Sekelompok Warga Datangi Polsek Montong Gading Pertanyakan Penahanan Salah Satu warga



Montong Gading. Suaraselaprang_Jum’at (22/05/2020) Polsek Montong Gading di datangi sekelompok warga Pringga Jurang Utara terkait adanya salah seorang warga Pringga Jurang utara yang di tahan di Polda NTB.

Hapizudin yang merupakan juru bicara menceritakan sedikit kronologi kejadian bahwa amaq M mempunyai motor lalu di gadaikan ke amaq A yang ternyata motor itu adalah motor hasil curian. Yang mana motor ini sudah di temukan dan motor maupun amaq A dan amaq M di bawa ke Polda NTB karena TKP motor ini adalah di Lombok Barat. Dan ternyata dari Penyidik Polda NTB membebaskan amaq M, sedangkan amaq A di tahan di Polda NTB.
Berdarkan hal tersebut sekelompok masyarakat Pringga jurang Utara yang menggunakan 2 mobil pick up mendatangi Polsek Montong Gading guna menayakan ketimpangan yang terlihat tentang kebijakan hukum yang di terima oleh amaq A atas kasus tanggap gadai bersama amaq M.

“kami menilai amaq M lah yang mesti menjadi tahanan Polda NTB karena pada dasarnya amaq M lah asal muasal motor yang menjadi kasus curanmor ini dan amaq A adalah yang terima gadai tidak ada sangkut pautnya dengan pidana, amaq A ini adalah korban” tuturnya.

Lebih lanjut Apiz menyampaikan kedatangannya ke Polsek Montong Gading ingin bertanya dan ingin tahu kejelasan, karena pemanggilan amaq A tidak di barengi dengan prosedur-prosedur yang normal, seperti tidak adanya surat penangkapan.

“ kami keluarga dan masyarakat yang peduli tentang nasib amaq A menuntut pihak Polsek Montong Gading untuk menangkap dan menahan amaq M karena kalau amaq M tidak di tangkap, kami takut masyrakat akan terprovokasi untuk menghakimi amaq M ini” ungkapnya.

Sementara itu Kapolsek Mt. Gading IPDA Pathul Munir, S.H. menerangkan kronologinya bermula dari Amaq A menggadai motor dari amaq M, karena merasa ketakutan lewat Babin nya menyerahkan motor ke Polsek Mt. Gading, setelah di lakukan pengecekan terhadap motor itu ternyata motor itu TKP Lombok Barat, akhirnya pihak Polsek share motor ini dan awalnya datang pemiliknya dengan komunikasi motor itu sudah hilang 4 tahun yang lalu, setelah itu datang penyidik untuk mengecek nomor mesin dan rangka ternyata pas. Berdasarkan barang bukti ini tim buser Polda NTB membawa amaq A dan amaq M bersama barang bukti, setelah di lakukan penyelidikan dan gelar perkara amaq M di bebaskan, sementara amaq A di tahan.

“Yang tau itu kan penyidik berdasarkan gelar perkara, kami kan tidak tahu gelar perkaranya seperti apa, itu kan penyidik yang tau, silahkan tanya penyidik Polda”ucapnya

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan Pihak Polsek tetap berupaya supaya bagaimana amaq ‘A’ bisa keluar, yang tentunya juga tidak lepas dari peran pihak keluarga mungkin dengan dengan membuat surat permohonan penagguhan penahanan.
“Seandainya ada penangguhan penahanan saya siap jadi jaminan, Bagaimanapun juga amaq ‘A’ adalah masyarakat kami” tutupnya (Erwin/SS)
Previous Post Next Post

Adsense