Pemuda Tanyakan Pengurangan Bansos Kepada Masyarakat DI kantor Desa Pringgajurang



SUARASELAPARANG_ pembagian bantuan sembako APBD di kabupaten Lombok Timur ke warga terdampak Covid-19 menimbulkan polemik. Pemdes Pringgajurang kec. Montong Gading di datangi sekelompok pemuda untuk klarifikasi pengurangan sekitar lima sampai sepuluh butir telur dari penerima Bansos ( 08/05/20 ).

Perwakilan pemuda Zikril Hakim Mengatakan kedatangannya ke kantor desa hanya untuk meminta klarifikasi terkait pengurangan jumlah sembako.

" Kami hanya ingin meminta klarifikasi terkait pengurangan jumlah sembako ( telur ) yang di terima masyarakat secara sepihak oleh Pemdes dan mendorong keterbukaan data penerima bansos, dan mendorong validasi data agar 1 KK tidak mendapatkan lebih dari satu jenis bansos" ungkapnya.

Di tempat yang sama Kepala Desa Pringgajurang H. Muh. Zaenul menjelaskan bahwa pengurangan sembako yang di terima masyarakat bukan diambil sepihak oleh Pemdes, tetapi berdasarkan hasil kesepahaman antara Pemdes dan penerima sembako. Dimana nantinya telur yang terkumpul itu akan di bagikan kepada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan.

"Kami Pemdes tidak pernah mengambil keputusan kalau seandainya kita belum minta kepada penerima bantuan, sehingga sebenarnya kepada penerima bantuan itu tidak ada masalah, sama sekali tidak ada masalah" tuturnya.

Pihak Pemdes juga tidak keberatan jika ada masyarakat penerima Bansos yang mau mengambil kembali telur yang di sudah di sedekahkan. Terlebih H. M. Zaenul menerangkan tidak ada pemotongan sembako untuk kepentingan pribadi, sejatinya telur yang di sedekahkan penerima sembako ini akan di salurkan kembali ke masyarakat yang belum menerima bantuan.

Terkait keterbukaan data penerima Bansos H. Muh. Zaenul menerangkan sudah menginstruksikan kepada Kawil untuk mensosialisasikan nama penerima Bansos dan menempel daftar nama penerima bansos di masing-masing wilayah.

"Daftar nama penerima Bansos itu sudah kita print dan di bagi di masing-masing Kawil untuk di tempel, cuman karena kita masih sibuk, sehingga data itu telat di tempel" ungkapnya.

Adapun hasil dari klarifikasi antara pihak Pemdes dan pemuda ini dapat di simpulkan bahwa :

Pertama,
Pemdes berkomitmen untuk memperbaiki mekanisme penyaluran semua jenis bansos. Ke depan, penerima bansos akan menerima bansos sesuai dgn jumlah yg diterima (tanpa pengurangan). Dan bagi masyarakat yg merasa keberatan karena jatahnya dikurangi bisa berkordinasi dengan Kepala Wilayah masing-masing. Adapun kepada masyarakat yang menerima dihimbau untuk melakukan kebaikan sosial (bagi rezeqi ke tetangga, dsbnya)

Kedua,
Pemdes berkomitmen untuk terbuka. Data penerima semua jenis BANSOS akan ditempel di pusat - pusat keramaian di Desa Pringgajurang sehingga masyarakat bisa cek sendiri nama daftar penerima. Hal ini juga dimaksudkan agar masyarakat desa Pringgajurang bisa mengawasi penyaluran bansos secara langsung.

Ketiga,
Pemdes bekerja sama dengan semua unsur elemen masyarakat akan mencegah data ganda penerima bansos. Jika ada, maka nama yang ganda akan dialihkan ke masyarakat yang belum menerima. Masyarakat juga bisa melapor ke Kepala Wilayah jika ada 1 KK yg menerima lebih dari 1 bantuan atau tidak sesuai dengan kriteria yang sdh ditentukan.

Keempat,
Pemerintah Desa Pringgajurang berkomitmen untuk mengawal 6 jenis Bantuan Pemerintah agar tepat sasaran sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan pemerintah. Hal ini sebagai wujud asas keadilan. Oleh karena itu bagi masyarakat yang belum menerima bansos agar bersabar menunggu giliran.

Kelima,
Ada 250 an KK di desa Pringgajurang yg blm bisa masuk data BANSOS karena Pemkab Lotim memberikan kuota. Untuk ini, pemerintah desa akan mencarikan solusi dikemudian hari, baik itu pengajuan data tambahan ke pemkab dan sebagainya.(erwin/ss)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense