Produktif di Tengah Pandemi Covid-19, Kelompok Wanita Tani Pringgabaya Lakukan Hal ini


Lotim,Suaraselaparang-Ditengah pandemi global covid-19 menimpa seluruh dunia yang berdampak pada melemahnya perekonomian masyarakat,Namun ada suasana berbeda yang dirasakan oleh warga dusun Barang Tapen Asri desa Seruni Mumbul Kecamatan Pringganaya. Ada kebahagiaan yang dirasakan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT)

"BAHAGIA"ditengah terjadinya bencana non alam covid-19.mereka memanpaatkan pekarangan nya untuk bercocok tanam dengan polibek dari barang bekas dan membudidayakan ikan bandeng dalam ember dan tanaman kangkung sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka sehingga mampu meminimalisir pengeluaran ditengah situasi sulit dan tidak menentu.

Adalah ibu Kartini,ibu muda berusia 27 tahun dengan 2 anak yang juga merupakan salah satu pengurus KWT-BAGAGIA saat dihubungi via pesan WhatsApp jum'at (29/05/20) kepada suara selaparang menuturkan bahwa kegiatan ini ia tekuni sejak adanya penyakit kiriman dari negeri tirai bambu (china) yakni covid-19.

"Nggih (iya) pak kami mulai sejak munculnya virus corona ini untuk mengisi waktu saat berdiam diri dirumah,karna bahan pokok di pasar juga pada naik maka kami coba untuk menanamnya sendiri meskipun dengan barang seadanya"tuturnya.

Saat ditanya,Sudah berapa lama ia melakukan penanaman dan sudah berapa kali panen sejak mulai menanam?Kartini menerangkan bahwa ia sudah bisa memetik dalam waktu sekitar 2 bulanan walaupun masih sebatas untuk dikonsumsi sendiri,namun tetap ia syukuri karna setidaknya ia sudah dapat memangkas pengeluaran keperluan bahan dapur.

"Untuk panen belum bisa di katakan panen,cuma cukup untuk dikonsumsi sendiri jika sudah ada yang memang waktunya untuk dipetik ya kami petik,hanya sampai pada keperluan dapur sendiri,Kalau untuk di jual kita lihat nanti kalok memang bisa kenapa tidak.karna untuk saat ini hanya untuk konsumsi saja belom sampai ke tahap jual"terangnya.

Sementara itu Abdul Qodir Jaelani kadus dusun Barang Tapen Asri yang sekaligus sebagai penggagas ide kreatif tersebut saat diwawancarai juga melalui media yang sama yaitu WhatsApp menjelaskan,ia mengajak masyarakat melakukan pemanfaatan lahan sempit khususnya pekarangan rumah dengan memanfaatkan
Iimbah dapur sebagai media kompos tanaman di polibek,memanfaatkan barang bekas seperti jadul bekas yang dijadikan pot bunga sebagai bahan pengganti polibek.kami melakukan ini kurang dari satu tahun dan Alhamdulillah sudah berkembang di semua dusun di wilayah desa seruni mumbul.

"Memang kita nya menggagas sehingga ini bisa terwujud di 4 RT dan Alhamdulillah mereka berbuat"tuturnya.

Lanjut Abdul Qodir,Nama program adaptasi adalah perubahan iklim sub kegiatan kampung iklim dimulai sejak bulan Juli tahun 2019 dngan kegiatan KRPL (kawasan Rumah Pangan Lestari) lembaga pendamping LPSDM (Lembaga Pengembangan Sumberdaya Mitra) bersama Dinas LHK. Lebih lanjut Abdul Kadir menjelaskan,Untuk saat ini hanya untuk ketahanan pangan lokal saja.tapi jika masyarakat lain membutuhkan atau brminat maka kelompok kami juga menjual yang sudah jadi yang siap berbuah,terangnya.

Terakhir Abdul Qodir berujar,Awalnya niat dan hajatan kami hanya untuk mengurangi biaya dapur ibu rumah tangga di masa lockdown,masyarakat memanfaatkan dengan terus menanam atau menghiasi rumah dengan tanaman-tanaman sayuran yang bisa di gunakan setiap hari.dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa memanfaatkan hasilnya di saat situasi yang lumayan sulit ini,tutupnya.(anas)
Previous Post Next Post

Adsense