Hasan Gauk : Di Nusa Tenggara Barat, Banyak IKM dan UMKM Bodong



OPINI, SUARASELAPARANG - Pandemi Covid-19, antara yang tersingkirkan dan yang diuntungkan. Begitu celoteh beberapa kawan-kawan saya diberbagai grup WhatsApp yang saya ikuti. Di NTB, ada jenis bantuan jaring pengaman sosial (JPS) Gemilang dan Kabupaten. Seperti yang pernah disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, atau yang lebih akrab dipanggil Bang Zul, Ia menekankan akan pentingnya pemberdayaan UKM/IKM lokal dalam distribusi JPS Gemilang. Menurutnya, hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi UKM/IKM agar dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produk-produknya. (radarlombok.co.id 30 Mei 2020). Artinya, niat baik Bang Zul ini sangat mulia untuk terus mendorong produk-produk lokal agar UKM/IKM dapat terbantu di tengah sepinya pasar.

Tentu dari setiap kebijakan akan ada yang dirugikan dan diuntungkan. Saya akan memulainya dari siapa yang diuntungkan, misalnya tercatat sekitar 535 UKM dan IKM yang ikut berkontribusi pada Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II ini. Namun yang perlu kita telusuri, benarkah angka 535 ini benar-benar terlibat sebagai penyuplai bahan-bahan yang dibutuhkan dalam paket JPS Gemilang ini. Tentu ini harus kita telusuri keberadaannya. Seperti kasus yang terjadi di Lombok Timur misalnya; banyak UKM/IKM yang tercatat sebagai suplayer pengadaan paket sembako yang akan diberikan kepada masyarakat, namun yang terjadi di lapangan adalah, banyak UKM/IKM bodong yang terlibat sebagai suplayer tunggal.

Seperti paket ikan teri misalnya, banyak masyarakat yang mengeluh atas kwalitas yang mereka terima, Ikan teri masuk sebagai pengganti daging. Namun apa yang terjadi jika suatu program tidak dipegang oleh orang yang tidak ahli di dalamnya. Keluhan masyarakat, jenis ikan teri yang mereka terima sama seperti jenis ikan teri untuk pakan ternak. Kalau kita mau analisa lebih jauh, pengadaan ikan teri ini tidak mungkin melibatkan para nelayan sekitar, ini sudah menjadi suatu proyek monopoli yang mungkin barangnya didatangkan dari luar daerah sehingga jenis ikan dan modelnya tak dapat terkontrol dengan baik. Pemegang proyek pengadaan melakukan pembelian secara besar-besaran tanpa melakukan pemeriksaan secara detail.

Lalu, benarkah UKM dan IKM terakomodir dengan baik? Apakah benar nelayan lokal menerima manfaat dari JPS ini? Sementara fokus JPS Gemilang ini adalah Kepala Keluarga yang belum tersentuh bantuan dari Pemerintah Pusat. Namun yang terjadi di lapangan adalah, mereka menerima jenis barang yang tak layak konsumsi. Beli banyak dan tak layak memang akan selalu mendapat keuntungan berganda. Sekarang sudah tahu kan, siapa yang diuntungkan?!

Sementara mereka yang dirugikan adalah; para UKM/IKM lokal yang benar-benar keberadaannya, mereka yang memiliki ijin, yang benar-benar memiliki UD, gudang, IMB, dan surat dokumen resmi lainnya yang tertuang dalam peraturan yang boleh sebagai suplayer pengadaan barang. Mereka yang memiliki ijin lengkap ini banyak yang tidak terakomodir dengan baik karena didahului oleh UD bodong yang tak memiliki satu gudang gudang sekalipun.

Pemerintah memiliki niat mulia, akan tetapi, orang-orang sekitarnya yang kerap mengambil keuntungan dengan mengambil alih profesi mereka menjadi pengusaha dadakan. Semua jenis barang Ia handle sendiri, mulai dari pengadaan beras, telor, minyak, dan ikan teri. Pembelian di UKM/IKM tentu memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan produk pabrikan. Ikan teri kwalitas bagus tentu akan lebih mahal harganya dibandingkan dengan jenis ikan teri untuk pakan ternak.

Lalu, siapa yang benar-benar diuntungkan oleh keberadaan Covid-19 ini? Baca dan amati lingkungan sekitar, siapa tahu, ada beberapa teman-teman aktivis kalian yang dulu lantang bicara produk lokal harus dapat dimasukkan dalam program JPS Gemilang, dan setelah mereka mendapat jatah pengadaan, mereka lalu diam-diam mulai berselingkuh dengan para nelayan dan UKM/IKM di luar wilayahnya untuk melakukan pengadaan barang yang jauh lebih murah dengan kwalitas yang tak dapat dipertanggung jawabkan. (Red-ss)


Previous Post Next Post

Adsense