Kasus Berbuntut Panjang, Ketua Umum HIKAMI DF Sarankan Usut Tuntas


Ade Putra Kurniawan Ketua Umum Himpunan Keluarga Alumni Dhia’ul Fikri (HIKAMI DF), 

Sukarara, SUARASELAPARANG gapura Pondok Pesantren Dhia'ul Fikri di Dusun Ranggem, Kecamatan Sakra Barat oleh oknum warga Sukarara berinisial ‘S’ menggunakan alat berat, sekitar pukul 18.30 WITA pada Senin, 10 Juni 2020 lalu kini berbuntut panjang.

Pasalnya, setelah mendapat berbagai reaksi dan kecaman dari berbagai pihak, Ketua Umum Himpunan Keluarga Alumni Dhia’ul Fikri (HIKAMI DF), Ade Putra Kurniawan ikut angkat bicara. Menurut Ade, kasus pengerusakan fasilitas ponpes tersebut terjadi saat para santri/wati sedang melaksanakan program Tahfizul Qur’an.

Ia pun mengecam terjadinya kasus itu, terlebih ponpes merupakan instansi pendidikan yang notabenenya merupakan wadah para generasi penerus bangsa ditempa, dididik, dan disiapkan sebagai penyambung estafet kemajuan bangsa selanjutnya. Pesantren jualah tempat para tokoh-tokoh besar dilahirkan.

Lebih lanjut, Ade menjelaskan sebelum kasus pengerusakan gapura ponpes hingga berkeping-keping, sebelumnya oknum berinisial ‘S’ pernah melakukan tindakan pengerusakan yang sama, namun saat itu, gapura ponpes hampir roboh dan tidak sampai hancur.

Oleh karenanya, kejadian demi kejadian tersebut membekas di ingatan para santri/wati. Ade pun mengkhawatirkan kejadian itu dapat menimbulkan trauma dan memicu kerusakan psikolog para santri/wati, sehingga dapat mengganggu Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) di Ponpes Dhia’ul Fikri.
 
“Hal itu tidak bisa dibiarkan lagi, bila dibiarkan terus menerus maka kami khawatir akan menjadi kebiasaan. Bisa jadi pengerusakan tidak hanya di kawasan ponpes, namun meluas ke lingkungan masyarakat setempat,” ungkap Ade.

Namun Ade menyayangkan kurangnya ketegasan dari Pemerintah Desa Sukarara karena menganggap hancurnya gapura Ponpes akibat dari konstruksi gapura yang sudah lapuk dan roboh akibat pengerusakan sebelumnya.

Ade berharap, pihak berwajib dan para penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus pengerusakan gapura Ponpes Dhia’ul Fikri, sehingga mnimbulkan efek jera dan sebagai bentuk tanggung jawab dan antisipasi jika kejadian yang sama terulang.

“Semoga pihak berwajib dapat menegakkan hukum seadil-adilnya, pelakunya jera dan semua perbuatannya dapat ia pertanggung jawabkan,” tutup Ade. (Spesial For SS)
Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo