Ketua ALARM NTB pertanyakan perkembangan Kasus Gapura Ponpes Dhia'ul Fikri


Foto : Arsa Ali Umar, SPd ( Ketua ALARM NTB)

Selong, Suaraselaparang, -Ketua Aliansi Rakyat Menggugat atau biasa disingkat ALARM NTB, Arsa Ali Umar mempertanyakan perkembangan kasus pengrusakan Gapura Pondok Pesantren Dhia'ul Fikri yang telah dilaporkan ke Pihak Kepolisian 9 Juni Lalu. 

Arsa,meminta ketegasan aparat untuk segera mengusut dan memproses hukum pelaku dan pihak pihak yang terlibat dalam tindakan brutal tersebut, karena menurutnya pengrusakan gerbang ponpes Dhia'ul Fikri ketika proses belajar mengajar dan kegiatan pendidikan ponpes sedang berlangsung termasuk kategori Persekusi dan intimidasi terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Lombok Timur. 

"Aparat kepolisian harus segera menuntaskan kasus ini, agar tidak ada lagi yang main-main atau terbiasa melakukan intimidasi dan Persekusi terhadap dunia pendidikan,sebab insiden ini bukan hanya soal ponpes Dhia'ul Fikri tapi lebih luas, ini adalah masalah dalam dunia pendidikan kita" Tegas tokoh muda selatan tersebut, ketika dikonfirmasi suaraselaparang,senin 29 Juni 2020.

berdasarkan informasi dan keterangan yang dihimpun suaraselaparang,insiden pengrusakan Gapura Ponpes Dhiaul Fikri diduga sengaja dirusak oleh oknum salah satu Operator Eskavator alat berat yg juga adek dr Owner CV. G yang bernama "T". Dugaan sementara adalah karena  tidak leluasa lalu lalang melewati jalan terelsebut. 

Peristiwa ini terjadi,  Selasa 8 Juni 2020 sekitar pukul 19.10 wita  ketika santri sedang solat magrib dan dilanjutkan dengan kegiatan menghafal Quran, di Dusun Elah Langgem Desa Sukarara Kec Sakra Barat Lombok Timur.

Pengerusakan disaksikan oleh Ibu Hajar Bibi Dapur Ponpes dan Nurul Aini salah satu pembina Asrama Putri Ponpes. 

Soal Lokasi pembangunan Gapura,salah satu pewakaf sekaligus pengurus Ponpes menjelaskan bahwa, Jalan itu adalah masih bagian dari tanah Pewakaf yang diwakafkan utk jalan akses ke Ponpes.

Awalnya jalan dibuat untuk mengakses Ponpes sbg jalan akses mengangkut material pembangunan Ponpes, Pembuatan jalan tersebut diinisiasi oleh H.M. Supardi, S.T Salah satu Pewaqaf, yang saat itu sdg menjabat sbg Kabid Bina Marga Kabupaten Lombok Timur dg menggunakan dana DAK. 

Proses penalutan dan pengaspalan juga merupakn usaha dan lobby dari  Pengurus Yayasan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur bukan di bangun oleh dana Desa .Jalan yang telah dibangun tersebutpun , kemudian Yayasan serahkan sebagai aset Desa. 

Saat itu, Pasca pengurus Yayasan mengetahui aksi pengeruskan tersebut, pengurus standby sambil berdiskusi, sembari menunggu kemungkinan pelaku datang meminta maaf atau meminta maaf lewat telepon, sampai rapat jam 2 malam  di Rumah H.Muhammad,M.Pd.(salah satu pengurus Yayasan), tetapi tidak  juga ada kunjung atau sekedar permohonan maaf via telepon. 

Karena sudah  sekitar 17 jam yaitu dari jam 19.00 s/d jam 14.00) pengurus menyimpulkan tdk ada i'tikad baik dari pihak perusak, sehingga Yayasan sepakat mengambil tindakan Hukum dengan melaporkan Insiden tersebut ke Polsek Sakra Barat dan diminta utk meneruskan Laporan ke Polres Lombok Timur. 

"ALARM NTB akan terus memantau perkembangan kasus tersebut, dan disini kami akan melihat bagaimana tindakan cepat dan professional Aparat penegak Hukum terhadap setiap tindakan Persekusi dan intimidasi lembaga pendidikan " Tutup Arsa. 

Redaksi Suaraselaparang

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo