KETUA ASOSIASI POKDARWIS LOTIM TOLAK WACANA TIKET MASUK SEMBALUN



Selong, Suaraselaparang - usulan penerapan tiket masuk ke kawasan wisata sembalun mulai menuai penolakan dari kalangan pelaku Wisata. Ketua Asosiasi kelompok sadar wisata (POKDARWIS) kabupaten Lombok Timur Royal Sembahulun dengan tegas menolak rencana pemerintah yang dianggap tidak fokus itu.

dikonfirmasi suara Selaparang via seluler Aktivis muda pariwisata asal sembalun Ini menegaskan bahwa ide dinas pariwisata Lombok Timur untuk memberlakukan tiket masuk ke kawasan wisata sembalun adalah ide recehan karena kadis hanya berfikir tentang recehan.

"Saya selaku orang sembalun dan ketua asosiasi pokdarwis menolak rencana tersebut" tegas pria yang akrab disapa Royal tersebut.lebih lanjut ia menyampaikan bahwa Orang ke Sembalun tidak datang hanya berwisata tetapi banyak juga kepentingan yang lain.

"Bagaimana bisa di buat gate di jalan negara untuk di tiket kan. Kayak jalan Tol aja yang harus di buatkan gate dan pakai tiket" kata Royal kritis.

Sebagai ketua Asosiasi Pokdarwis Lombok Timur ia berharap  khususnya untuk dinas pariwisata mestinya lebih fokus berfikir membangun infrastruktur yang dibutuhkan  untuk mendukung pembangunan pariwisata Lombok Timur. Bukan hanya berfikir recehan seperti itu. Berbicara alasanya mempekerjakan orang itu tidak masuk akal karena jelas hanya menjaga tiket tidak akan menyerap banyak tenaga kerja.

Berbicara masalah PAD ada cara meningkatkan PAD yang lebih bermartabat bukan recehan seperti itu.
"Saya kira Bupati harus mengevaluasi kadis yang sekarang karena semakin lama semakin keliatan tidak jelas ide dan gagasanya dalam membangun pariwisata Lombok Timur" Pungkasnya.

Sementara itu kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur ketika diwawancarai Suaraselaparang kamis 24 Juni 2020 menegaskan bahwa usulan pemberlakuan tiket masuk untuk kawasan wisata sembalun adalah implikasi Dari program penataan dan pembenahan sembalun menjadi Kawasan Pariwisata Khusus ( KPK ) yang telah diajukan Dispar ke Bupati Lombok Timur.

"Saya menginginkan Sembalun itu menjadi daerah KPK atau awasan Pariwisata Khusus, dan salah satu implikasi dari pengelolaan Sembalun itu adalah penerapan tiket masuk Sembalun” terang kadispar.

Selanjutnya Dr. Mugni menjelaskan bahwa rencana ini merupakan strategi pengendalian pengunjung, supaya di jalur pusuk tidak terjadi kemacetan, maka perlu dilakukan pembatasan kendaraan masuk dengan memberikan jarak selama 10 menit untuk menghindari kemacetan.tidak hanya itu, tapi Ada banyak pertimbangan lain juga yang membuat dinas Pariwisata berinisiatif memberlakukan tarif masuk kawasan wisata sembalun yang rencananya diberlakukan Dari gerbang Sapit.

(SS-03)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo