Mataram Menangis, Jumlah Pasien Corona Masih Ratusan dan Meninggal Puluhan Orang



Mataran, suaraselaparang, Hingga saat ini Kota Mataram masih jadi daerah zona merah covid. Angka pasien positif yang sekarang masih menjalani perawatan nyaris 200 orang. ”Sekarang lebih banyak yang non klaster. Dari transmisi lokal,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr. H Usman Hadi.

Angka kasus positif terus naik selama satu pekan terakhir. Sabtu kemarin, tercatat 18 orang warga Kota Mataram yang terjangkit covid. Satu hari sebelumnya ada 9 orang. Salah satu di antaranya merupakan anak usia empat bulan.

Usman mengatakan, penyebaran kasus covid sempat melandai. Di akhir Mei hingga minggu pertama Juni. Tapi, hanya sebentar, kasus covid perlahan naik. Didominasi tenaga kesehatan yang bertugas menangani covid.

”Masih ada muncul beberapa nakes yang positif. Dari (rumah sakit) swasta,” ujarnya.

Sebaran kasus positif positif covid tidak lagi didominasi klaster dari luar daerah. Kata Usman, banyak kasus muncul dari masyarakat yang melakukan swab mandiri. Mereka yang hendak bepergian ke wilayah, yang mensyaratkan dokumen bebas covid. Seperti, Bali dan Jakarta.

”Swab mandiri itu juga banyak. Mereka yang positif, akhirnya tidak jadi pergi. Atau kepergiannya ditunda,” tutur Usman.

Selain swab mandiri, penyebaran covid banyak juga yang berasal dari transmisi lokal. Bahkan, penularan lokal ini tetap menyasar anak-anak. Terakhir, ada dua anak, masing-masing usia empat bulan dan enam bulan, positif covid dengan gejala pneumonia.

”Ini yang kita takutkan. Masih soal transmisi lokal. Masih sangat berbahaya,” imbuhnya.

Penularan transmisi lokal sulit dihindari. Apalagi jika melihat masyarakat yang kembali beraktivitas dalam dua minggu terakhir.

Kata Usman, pemerintah tidak mungkin melarang masyarakat untuk bepergian. Beraktivitas di luar rumah. Apalagi dengan kondisi perekenomian yang lesu sekarang ini.

Namun, Usman meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Selalu memakai masker. Juga lebih sering mencuci tangan. ”Jaga jarak. Kalau penyebaran dari klaster-klaster sebelumnya, itu sudah selesai. Sekarang ini kita hadapi transmisi lokal,” tuturnya.

Pemakaian masker juga tidak bisa sembarangan. Harus memnuhi standar kesehatan. Jikapun memakai masker kain atau yang bergambar, diupayakan untuk melapisnya dengan masker kesehatan.

Hingga Minggu (28/6) malam total kasus positif korona di Mataram 513 orang. Rinciannya 184 masih dirawat 298 sembuh dan 31 orang meninggal dunia. (SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense