Menyimak kiprah Astuti Wulandari,guru honorer founder ASI


Selong,Suara selaparang.Berawal dari kebiasaan berkeliling bersama suami dan anak-anak ke kampung kampung, bercengkerama dengan masyarakat di wilayah pelosok sudut-sudut terluar kabupaten lombok timur, rupanya menggugah nurani Astuti Wulandari ( 40 Tahun ) founder gerakan kemanusiaan Ayo Sedekah Indonesia atau yang populer disebut ASI.

Turun berbaur dengan masyarakat di kampung-kampung,mendengar cerita polos dan keluh kesah mereka dalam menjalani hidup keseharian membuat Ibu dua anak yang juga guru honorer di SD Negeri 3 Selong ini terenyuh dan terus berfikir apa yang bisa ia perbuat saat itu belum terbersit rencana  untuk membuat lembaga atau komunitas kemanusiaan bahkan hanya berfikir untuk melakukan hal-hal seadanya semampu keluarga kecil mereka.
“berbagi itu kan tak harus menunggu mampu atau menunggu jumlah besar,ya kami mulai dengan hal-hal sederhana saja semisal membantu satu dua anak yatim dan dhuafa tapi terus dibiasakan,alhamdulillah melihat hal itu banyak teman-teman mempercayakan kelebihan rejekinya,dan beberapa teman-teman yang peduli juga datang menyumbangkan tenaga untuk mengantarkan,mengemas bantuan dan hal hal teknis lainnya,dari situlah embrio ASI dimulai” terang perempuan yang akrab disapa Mbak Wulan itu.

Beragam kegiatan kemanusiaan dan peduli yatim dan dhuafa pun kemudian dilakukan seiring dengan dibentuknya komunitas ASI ( ayo Sedekah Indonesia) dan sejak  tahun 2018 ketika gempa hebat melanda Lombok dimana kepedulian masyarakat Indonesia untuk lombok saat itu cukup tinggi dibuktikan dengan banyaknya titipan donasi yang kemudian membuat ASI langsung turun kelapangan memulai gerakan bersama team.ASI turun mendistribusikan bantuan bagi korban gempa lombok,memberi santunan bagi yatim dan dhuafa,melakukan renovasi atau bedah rumah,membantu biaya sekolah untuk yatim dan anak-anak terlantar yang putus sekolah,memberikan pelatihan usaha produktif bagi yatim dan dhuafa,menerima dan menyalurkan donasi kemanusiaan bagi yatim dan dhuafa.


“Misi utama ASI adalah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersedekah dan Insya Allah minggu ini kami akan berbagi 10 sepeda untuk anak-anak yatim “ terang Mbak Wulan ketika diwawancarai Suaraselaparang via seluler.jum’at 26 Juni 2020.

Perhatian untuk kekeringan di wilayah selatan ketika kemarau panjang tahun lalupun tak kurang dari gerakan kemanusiaan yang baru saja terbentuk ini,lebih dari 66 Tangki Air di distribusikan,dan lebih dari 200 gentong Air dibagikan kepada warga selatan.tak hanya itu berbagai bantuan sembako,pembinaan dan juga fasilitasi-fasilitasi lainnya dilakukan ASI untuk mendukung pengurangan dampak kekeringan di wilayah selatan lombok timur saat itu.

“kami juga memiliki kegiatan berbagi rutin yang diistilahkan kawan-kawan relawan JUM’AT BERKAH MEMBUMI yaitu kegiatan berbagi di berbagai pelosok bahkan juga di kota selong dengan sasaran tertentu.ada juga program yatim mandiri berupa bantuan modal usaha untuk anak yatim dan dhuafa dengan tujuan untuk mendorong mereka agar bangkit dan produktif,selain itu kami juga berbagi kursi roda untuk jompo dan penyandang disabilitas,dimana itu semua berkat dukungan para dermawan dari berbagai pelosok di indonesia” tambahnya.

Pademi Covid-19 kemudian menyerang dunia,tak terkecuali Indonesia dan hal itu juga sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat di kabupaten lombok timur,ASI bergabung dengan Crisis Center Covid-19 kemitraan kemanusiaan yang diinisiasi gerakan serupa yaitu Lembaga Kemanusiaan Kampung Bahagia Indonesia ( KBI).bersama beberapa lembaga dan komunitas peduli kemanusiaan lainnya ASI terus mengencangkan gerakan ditengah keterbatasan akses dan sumberdaya sebagai dampak dari mewabahnya pandemi global.yan menjadi sasaran ASI kali ini adalah distribusi APD dan penanganan dampak ekonomi sebagai akibat terbatasnya akses karena pembatasan sosial yang dilakukan secara alamiah oleh masyarakat juga pemerintah.

Adapun relawan ASI berasal dari berbagai kalangan yang ingin ikut terlibat dalam kegiatan penggalangan dana,stok logistik,paket logistik dan distribusi ke berbagai titik yang membutuhkan.hingga hari ini ASI memiliki 20 relawan yang terus turun melakukan aksi-aksi kemanusiaan.dan dengan kegiatan serta program yang terus berkesinambungan kini ASI bahkan telah memiliki Cabang di Surabaya.

Menjadikan sedekah sebagai kebiasaan pada masyarakat luas dalam mengentaskan berbagai masalah keterbatasan dan kemiskinan dengan menumbuhkan simpati juga  empati adalah hal yang terus kami lakukan dan alhamdulillah masih ada begitu banyak orang baik yang peduli di lombok timur,di NTB bahkan di Indonesia yang menitipkan sebagian rezekinya untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan,oleh karena itulah kami meyakini bahwa jika sikap kesetiakawanan sosial dan empati kepada sesama itu tumbuh subur maka semua kita pasti akan saling membantu tanpa perlu menunggu diri mampu atau berkecukupan,tutup Istri dari AIPDA Nur Bawani anggota Polres Lombok Timur ini.

Redaksi suara selaparang.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo