NTB Waspada, Destinasi Wisata Mulai di Buka, Disiplin Warga Makin Berkurang


Mataram, Rabu (24/06) Suaraselaparang - Fase persiapan menuju new normal yang diwacanakan saat ini bisa jadi bumerang. Sebab, akan mengurangi kewaspadaan terhadap penularan virus Covid-19. Alih-alih ingin hidup new normal, sikap teledor justru bisa berujung horor.

"Ada harga yang harus dibayar" kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, "Menegaskan.

Harga yang harus dibayar itu kata Eka, berupa munculnya kasus-kasus penularan yang tidak terkendali. Jumlahnya akan terus semakin meningkat sementara disisi lain sumber daya yang dimiliki pemerintah dan masyarakat pun terbatas."Bila tidak ingin merasakan dampak lebih besar, semua protokol Covid-19 diikuti dengan disiplin tinggi,"Imbuhnya

Saat ini, beberapa destinasi wisata sudah mulai dibuka. Namun sayangnya, Penerapan protokol kesehatan covid-19 sangat minim. Petugas yang seharusnya memeriksa suhu tubuh warga di pintu masuk ternyata sudah tidak ada lagi, penggunaan masker yang minim, hingga jarak fisik pun nyaris tidak di indahkan para warga dan wisatawan.

Kondisi itulah yang sangat disesalkan juga oleh Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah."Terus terang saya sangat sayangkan apa yang saat ini sedang terjadi di masyarakat kita," katanya Senin(22/06)

Namun tidak bisa juga kita menyalahkan masyarakat sepenuhnya. pemprov dan Pemuda Kabupaten/Kota harus introspeksi diri. Terutama Pemerintah/Kota selaku pengelola destinasi wisata.

Mestinya ketika membuka destinasi wisata, harusnya disertai dengan penerapan protokol Covid-19 yang ketat."Itu yang harus kita tuntut dan lakukan. Tidak bisa dong, kita buka pantai ini itu destinasi ini itu tanpa ada pengawasan yang ketat" Ketusnya.

Setidaknya disetiap pintu masuk mesti ada yang mengawasi para wisatawan dan warga yang masuk,mengingatkan warga jaga jarak, pakai masker, dan lain-lainnya, tapi apa yang disarankan itu tidak dilihat diterapkan dilapangan. Pembukaan destinasi dilakukakn serampangan. "bahkan penerapan protokol Covid pun sangat kurang,"katanya.

Pemprov bukan melarang warga untuk menikmati pantai dan tempat wisata lainnya. Tapi mesti diingat bahwa semua wajib dilakukan dengan protokol Covid-19."silahkan nikamati pantai, nikamati Rinjani, pegunungan semu, tapi dengan protokol Covid-19, bila ingin perekonomian kembali new normal maka semua harus disiplin "Tutupnya. (SS-04)
Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo