PPDB Ditengah Pandemi Covid-19,DIKBUD Lotim Terapkan Sistem Semi Online



Selong, SUARASELAPARANG - Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia tak terkecuali Indonesia membuat pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah mencurahkan perhatian dan segala sumber daya yang ada untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus yang menurut beberapa ilmuan menyebut Covid-19 sebagai virus yang unik dan misteri.

Di Lombok Timur sendiri, kendati data menunjukkan trend pasien sembuh akibat terpapar covid-19 meningkat signifikan, Pemkab Lombok Timur tak mau kecolongan. Upaya-upaya pencegahan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat terus dilakukan. Seperti kewajiban menggunakan masker, tidak berkerumun, mencuci tangan dan menjaga jarak aman.

Terlebih saat ini Pemerintah sedang menggalakan persiapan menuju era normal baru (new normal), sehingga dipandang perlu untuk meningkatkan pengawasan dan perhatian diberbagai bidang.

Salah satunya adalah perhatian pada bidang pendidikan. Selain kebijakan belajar di rumah hingga peniadaan UN 2020, kini dunia pendidikan juga sedang menghadapi agenda penting lainnya yang mesti disesuaikan di tengah pandemi Covid-19. Yakni proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021.

Berdasarkan Kalender Pendidikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), tahun ajaran baru seyogyanya akan dimulai pada 13 juli 2020 dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dilaksanakan pada bulan juni 2020. Namun karena pandemi Covid-19, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur memutuskan proses PPDB dilaksanakan secara daring (online) dan luring atau luar jaringan (offline).

Sekretaris Dinas Dikbud Lombok Timur yang sekaligus menjabat sebagai Ketua PPDB, Huzaifah, SPd menjelaskan, bahwa kendala IT dan banyaknya calon pendaftar yang tidak bisa mendaftarkan diri secara online menjadi penyebab Dinas Dikbud Lombok Timur tidak bisa menerapkan pendaftaran daring secara maksimal. Sehingga pihaknya juga tetap membuka pendaftaran secara manual atau offline dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

"Karena Covid-19, kami menggunakan sistem online dan manual (offline). Semua proses pendaftaran dimulai dari Kepala sekolah masing-masing SD. Kepsek melanjutkan pendaftaran anak sesuai zona dan keinginan atau pilihan calon siswa. Posko pendaftaran ada di masing-masing UPTD Dikbud Kecamatan," ujar Lelaki yang akrab disapa Efah ini, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (29/06/20).

Sedangkan bagi siswa baru yang mendaftar secara manual (offline), Efah  menjelaskan mereka juga harus mendaftarkan diri di Kepala Sekolahnya masing-masing. Nantinya, Kepsek kemudian mendaftarkan mereka melalui aplikasi yang sudah diberikan. Di UPTD sudah menunggu panitia penerimaan siswa baru dari masing masing SMP sesuai dengan zonasi, sedangkan untuk siswa SD akan didampingi oleh orang tuanya.

Lebih lanjut sekdis menguraikan bagi yang mendaftar secara manual atau offline nantinya akan dimasukkan oleh panitia kedalam sistem. Tujuannya agar semua calon siswa yang mendaftar dapat mengetahui jumlah kuota dan jumlah calon siswa yang sudah mendaftar.

"Yang mendaftar offline biasanya datang karena permasalahan kemampuan IT. Kalau sudah mendaftar offline, panitia akan tetap memasukkan data dalam sistem sehingga terbaca oleh semua calon siswa," jelas Efah.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang (KABID) SMP Drs. Usman, MPd "PPDB  kita lakukan dengan sistem zonasi berbasis UPTD. Jadi setiap sekolah mendaftarkan siswanya secara kolektif melalui UPTD, operator di UPTD selanjutnya mengentri data ke dalam sistem web PPDB yang disesuaikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten,” tutup Usman (SS-01)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo