Diduga Kuat Melakukan Tindakan Amoral, Ketua DPRD Kabupaten Bima Didesak Mundur


Mataram, Suaraselaparang, Puluhan Masa aksi yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Anti Korupsi (PERANK) NTB, menggelar aksi damai di Depan Gedung DPD I Partai Golkar Provinsi NTB, Kamis (30/07/2020) sekitar pukul 10:35 WITA.

Adapun tuntutan dalam aksi tersebut adalah, Mendesak DPP dan Ketua DPD I Partai Golkar NTB segera memecat Ketua DPRD Kabupaten Bima   Muhamad Putra Ferryandi (dae yandi) anak dari Bupati Bima Hj. Indah Dharmayanti Putri, SE. karena diduga kuat melakukan tindakan amoral yang sengaja dipertontonkan di ruang publik.

Selain itu, masa aksi juga menuntut agar Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhamad Putra Feryandi untuk segera mundur dari jabatannya dan segera meminta maaf kepada masyarakat Bima secara terbuka karena sudah melanggar norma dan etika pejabat publik

Riyan Saputra Selaku korlap aksi dalam orasinya menyampaikan, jika masyarakat Bima adalah masyarakat yang memegang teguh agama islam, Islam yang dianut oleh masyarakat Bima dan keluarga Kesultanan Bima yaitu Sultan Abdul Kahir sebagai Sultan pertama yang telah menintahkan agama islam sebagai agama Islam di Bima, "tegasnya teriak

"Sebagai pewaris dari tahta Kesultanan Bima, Ketua DPRD Kabupaten Bima  Muhamad Putra Feryandi juga sebagai jena teke harusnnya memegang teguh apa yang di titahkan oleh nenek moyangnya untuk menjaga nilai-nilai keislaman serta nilai- nilai luhur masyarakat Bima, " Lanjutnya

Tapi karena ketua DPRD Kabupaten Bima Muhamad Putra Feryandi yang juga sebagai jena teke (Sultan Bima) menggantikan mendiang ayahnya (Alm)  H. Fery Zulkarnain, ST diduga telah sengaja mengotori nama baik keluarga Kerajaan dan masyarakat Bima, dengan diduga kuat  melakukan perbuatan amoral di ruang publik dengan mengumbar nafsu bejatnya dengan perempuan yang bukan muhrimnya, "tandas Riyan

Riyan nama akrabnya dalam orasinya juga menyampaikan lebih lanjut, bahwa partai Golkar adalah partai yang besar, apabila Ketua DPD I Golkar tidak segera memecat Muhamad Putra Feryandi yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bima "maka kami menilai bahwasanya partai Golkar merupakan partai yang tidak bermoral karena melindungi kader maupun pejabat yang diduga melakukan tindakan amoral," Sesalnya teriak

Aksi yang berlangsung kurang lebih 1 jam itu akhirnya membubarkan diri. Lantas tidak mendapat tanggapan apapun dari pihak DPD I Partai Golkar Provinsi NTB. Namun Riyan Saputra selaku korlap aksi mengancam, akan tetap melaksanakan aksi apabila Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhamad Putra Feriyandi tidak segera dipecat oleh Pimpinan/Ketua DPD I NTB.


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense