Diduga Menjual Tanah Pecatu, Kades Lembuak Dilaporkan Warganya Ke Polda



Giri Menang, Suaraselaparang, Kepala Desa Lembuak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat, Kamarudin Zaelani dilaporkan warganya ke Polda NTB terkait dugaan penjualan tanah pecatu seluas sekitar 1.300 M2.

Penasihat hukum pelapor Lalu Anton Hariawan menyampaikan jika tanah yang dijual tersebut merupakan tanah yang diperuntukkan untuk tokoh masyarakat seperti kepala dusun untuk menggarapnya. Pasalnya mereka tidak mendapatkan gaji dari desa. Tanah tersebut juga sifatnya tidak boleh dijual. Tetapi oleh Kamarudin Zaelani tanah tersebut malah dijual. Hal itu terungkap berawal dari adanya plang yang terpasang di atas tanah pecatu tersebut. Dimana plang tersebut bertuliskan, "Tanah ini dijual dan dikaplingkan"

Disana juga tertera harga tanahnya yaitu Rp 250 Juta/are. Kemudian ada juga nomor telepon yang bisa dihubungi. Warga yang melihat itu kemudian mengaku heran. Sebab kok bisa tanah pecatu yang 53 tahun diperuntukkan untuk tokoh agama atau tokoh masyarakat tiba-tiba kini dijual, "ungkap Anton kepada media saat melapor, Rabu (29/07).

Warga kemudian mencoba menghubungi nomor yang tertera dengan berpura-pura sebagai pembeli. Nomor tersebut ternyata milik seorang bernama Akmaludin. "Setelah berkomunikasi panjang lebar warga yang menyamar sebagai calon pembeli kemudian meminta bukti dokumen-dokumen kepemilikan tanah. Akmaludin kemudian mengirimkannya lewat whatshapp. Dalam dokumen tersebut kemudian disertakan juga bukti rekening transfer bank yang ternyata itu ditujukan kepada Kades senilai Rp 120 juta, "bebernya.

Mengetahui Kades menerima pembayaran atas tanah pecatu tersebut, warga pun geram. Sebab sang Kades dinilai nekat menjual tanah tersebut tanpa adanya musyawarah dengan masyarakat. Yang lebih membuat warga geram juga karena ada aktivitas pengerukan di atas tanah pecatu tersebut. Dimana itu dilakukan oleh Akmaludin.

Akmaludin juga mengaku kepada warga bahwa ia berani melakukan pengerukan karena tanah tersebut sudah ia beli. Selain bukti transfer uang kepada Kades ia juga memiliki nota kesepakatan kerja sama. Dimana Kades berkewajiban menjual tanah tersebut dan akan mendapatkan imbalan 50 persen dari keuntungan penjualan tanah tersebut. ”Itulah dasar kami kemudian melaporkan Kades hari ini ke Polda NTB,”ungkap Anton.

Laporan yang dibuat ada dua. Satu laporan yang ditujukan ke Direktorat Reskrimsus dan satunya lagi ke Direktorat Reskrimum Polda NTB. "Laporan ke Dit Reskrimum itu terkait dugaan terkait kejahatan dalam jabatan dan menjual tanah pecatu. Kemudian yang Dit Reskrimsus itu terkait dugaan menerima suap atau gratifikasi, "lanjutnya.

Dalam laporan tersebut, pihaknya juga menyertakan beberapa alat bukti. Namun terkait alat bukti apa saja, Anton tidak bersedia menyampaikannya secara rinci. “Ada beberapa, salah satunya bukti transfer uang,”ucapnya.

Terkait laporan tersebut, Kasubdit III Dit Reskrimsus Polda NTB, Kompol Hariz Dinzah yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan yang masuk. “ Ya benar, laporannya sudah diterima,”ungkapnya.

Terpisah, Kepala Desa Lembuak, Kamarudin Zaelani saat dikonfirmasi media suaraselaparang, kamis (30/07), membantah jika dia sudah menjual tanah pecatu. “belum ada itu jual beli, belum ada sama sekali. Tanah tersebut juga belum berpindah kepemilikan, kalaupun ada yang mengaku membelinya mana bukti kepemilikannya, "ungkapnya.

"Terkait dengan dugaan itu saya belum berani berstatemen panjang lebar, nanti kalau udah ketemu alasanya, baru saya jelaskan, " Ujarnya

Yang jelas, ia atas nama pemdes memandang kejadian ini adalah hal yang positif, kenapa demikian, karena selama ini tidak ada pihak desa yang berani memanfaatkan tanah tersebut, pasalnya Desa juga tidak memiliki dasar kepemilikan tertulis atas tanah tersebut, "bebernya

Selama ini ada yang mengklaim tanah tersebut pecatu sekdes, Pesangon Desa, bahkan ada juga masyarakat yang mengaku tanah tersebut miliknya, dengan membawa bukti kepemilikan. Artinya ini hal yang sangat positif bagi pemdes, jika nantinya di pengadilan pihak Desa menang, maka tentu sejak saat itu Desa memiliki bukti kepemilikan yang ingkah terhadap tanah tersebut.

"Kalaupun kami kalah ya setidaknya kami sudah memberikan yang terbaik dan tanpa mempersoalkan ini itu lagi terkait tanah tersebut, "tutupnya


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense