Dua Tahun Gagal berangkatkan Pekerja, PT.Sahara Kembalikan berkas dan Dana Calon PMI


Selong,Suaraselaparang,- Setelah di mediasi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), PT. SAHARA Salah satu Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia yang gagal memberangkatkan Calon pekerja buruh migran ( PMI) ke Negara Tujuan Akhirnya mengembalikan berkas dan Dana yang pernah disetorkan Calon PMI ke perusahaan tersebut sejak Tahun 2018 Lalu.Senin ( 20/7/2020 ). 

Tiga dari 10 Calon PMI gagal berangkat menerima Uang yang disetorkan ke perusahaan disaksikan Kabid ketenagakerjaan Disnakertrans Lombok Timur,Hirsan dan Tim Advokasi SBMI Lombok Timur di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lombok Timur. 

Ketua SBMI Kabupaten Lombok Timur, Usman ketika diwawancarai suaraselaparang.com menyampaikan  bahwa PJTKI yang gagal memberangkatkan Pekerja Migran ke Negara Tujuan lebih dari 6 Bulan sejak resmi terdaftar maka harus membayarkan Asuransi untuk Calon Pekerja selama mereka belum berangkat .tak hanya itu Aktivis buruh migran ini juga mencurigai adanya Indikasi penipuan sebab para calon TKI ini sudah mendaftar sejak 2018 namun tak juga diberangkatkan. 

"Kasus ini menjadi atensi kita karena adanya indikasi penipuan, dan tidak masuk akal jika perusahaan beralasan keterlambatan berangkat disebabkan karena Pandemi Covid-19,Pandemi ini kan Tahun 2020 sementara mereka Dua Tahun sebelumnya sudah mendaftar" Terang Usman. 

Setelah kita lakukan mediasi, perusahaan akhirnya mengembalikan sejumlah dana yang pernah disetor ke PJTKI,mediasi yang dilakukan tim Advokasi SBMI Lotim, tak hanya mendesak pihak perusahaan mengembalikan Dana para calon PMI tersebut namun juga menuntut agar perusahaan mengembalikan berkas-berkas penting mereka seperti Paspor, KTP dan KK sebab hal ini sangat penting, Tanpa memiliki KTP dan KK bisa saja mereka tidak bisa mendapatkan akses untuk menerima bantuan pemerintah terkait penanganan dan penanggulangan dampak pandemi Covid-19.

"Apabila tidak  ada titik temu maka kami akan menempuh jalur hukum, tapi alhamdulillah mulai ada upaya penyelesaian dengan cara mediasi kekeluargaan" Tambah Usman. 

Sementara itu,ditemui Suaraselaparang, Kepala Dinas Tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Lombok Timur, Supardi menjelaskan,sesuai catatan Disnakertrans kasus ini jarang terjadi namun pihaknya akan melakukan evaluasi terkait hal ini agar masyarakat tidak dirugikan.

"kami akan melakukan evaluasi dan menjadikan kasus-kasus seperti ini catatan khusus yang kedepannya tentu bisa kita perbaiki".

Redaksi suaraselaparang.com

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense