Final, Pasangan Najmul-Suardi Deklarasi Agustus Mendatang


Tanjung, suaraselaparang - Pilkada KLU Semakin Seru, Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar - H. Suardi (NADI) akan melakukan deklarasi Agustus mendatang. Konsolidasi relawan hingga tingkat dusun sudah mulai dilakukan.

”Insya Allah kita agendakan bulan depan deklarasinya,” jelas Ketua Tim Ikhtiar Kabupaten NADI Endri Susanto, Senin (27/07).

Terkait partai-partai pengusung, semua tengah berproses. Itu lantaran rekomendasi partai pengusung berpasangan.

"Partai apa saja yang sudah bersama kita, akan kami ungkap pada waktunya. Tapi yang jelas itu PPP, PAN, dan Demokrat sudah ke kita "lanjutnya.

Saat ini komunikasi intens tetap dilakukan dengan Golkar, Nasdem, dan PBB. Khusus PBB, pihaknya yakin sebab beberapa waktu lalu sudah terjalin komunikasi.

”Kita akan tetap melakukan pendekatan dengan PBB untuk ke arah politik yang lebih jelas,” ujarnya

Namun Pada prinsipnya, komunikasi tetap diperbanyak dengan siapapun. ”Dibutuhkan teman banyak berpikir, makanya kita ajak parpol untuk melanjutkan ikhtiar ini, " Ujar dia.

Tak lupa juga kita mesti mengajak seluruh masyarakat menilai secara proporsional. Kinerja dan capaian lima tahun H. Najmul Akhyar menjadi tolok ukur membangun KLU.

”Kita juga tidak ingin dianggap tidak realisasi. Harus ada pembandingnya,” tegas dia.

Terkait visi misi, NADI akan melanjutkan apa yang belum maksimal saat ini. Diantaranya satu dokter satu desa yang belum tuntas akibat gempa 2018 lalu.

”Kalau ada beberapa orang yang mengatakan visi misi bupati gagal, mana indikatornya. Jadi bisa dijelaskan gagalnya di mana,” tanya dia tegas.

Ia menambahkan, sebelum gempa jumlah dokter desa 22 orang. Namun jumlah itu berkurang selepas gempa.

"Makanya kalau ada yang belum maksimal, itu manusiawi, " tandas dia.

Divisi Humas Tim Ikhtiar Kabupaten NADI Habibullah berharap masyarakat lebih melihat data yang ada. Semua visi misi diklaim sudah berjalan.

Seperti WUB (Wirausaha Baru), Pemda KLU sudah merealisasikan lebih dari 10.000 WUB. Sedangkan satu dokter satu desa, bahkan bupati sudah melakukan MOU dengan salah satu universitas untuk memenuhi kekurangan itu.

Kemudian pupuk merata. Pemerintah menyediakan Rp 500 juta untuk subsidi pupuk setiap tahun. Sedangkan Kapal tangkap untuk nelayan memang diberikan dalam bentuk jaring dan mesin tempel. Sebab berkaca pada pengalaman di Tampes, kapal tangkap justru hancur karena jarang dipakai.

”Jadi visi misi itu sudah berjalan hanya saja belum maksimal,” tandas dia.


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense