Gua Bangkang Sarang Kelelawar Menawan di Lombok


Praya, Suaraselaparang, Sudah tidak dapat dipungkiri lagi jika Lombok dijadikan sebagai sasaran wisatawan mancanegara, Mulai dari berlibur mewah di resort bintang lima hingga jalan-jalan ala backpacker, semua bisa dilakukan di Lombok. Tak terkecuali berpetualang ke gua penuh kelelawar, yakni di Gua Bangkang.

Gua Bangkang baru naik daun beberapa tahun terakhir sejak diunggah ke Instagram oleh wisatawan asing. Gua yang terletak di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah itu tampak fotogenik dengan siraman sinar matahari yang menelusup masuk dari celah-celahnya. Seperti spot fotogenik pada umumnya, dengan begitu cepatnya Gua Bangkang menjadi viral di seluruh kalangan, baik lokal hingga mancanegara.

Berkat pancaran sinar itu pula suasana gua tak tampak semistis gua-gua lainnya. Pengunjung dapat cukup jelas melihat ribuan kelelawar bergelantungan pada atap gua. Jangan kaget jika pengunjung disambut dengan bau menyengat di dalam gua. Sebab, di gua itu pula para kelelawar mengeluarkan kotorannya!

Sebelum masuk mulut gua, pengunjung akan disambut oleh sejumlah warga lokal yang menjajakan dagangannya. Ada kerajinan tangan, alas kaki, hingga masker. Sebaiknya pertimbangkan untuk membeli masker. Sebab, bisa saja para pengunjung tidak tahan dengan bebauan dalam gua.

Bukan tidak mungkin kepala pengunjung terkena pipis atau kotoran kelelawar saat caving di Gua Bangkang. Bahkan, tanah di dasar gua ini agak lembek karena sedimentasi kotoran mamalia bersayap itu. Jadi, jangan lupa pakai alas kaki dan penutup kepala yang memadai bagi pengunjung yang berminat datang ke destinasi wisata yang satu ini

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pariwisata, Gua Bangkang tidak sulit ditemukan meski agak jauh dari permukiman warga. Aksesnya tak jauh dari jalan raya, yakni Jalan Mawun, sehingga pengunjung tidak perlu trekking.

Fasilitas spot ini masih terbatas. Namun Sudah ada tangga kayu sederhana untuk membantu pengunjung mencapai dasar gua. Di sanalah spot favorit bagi para traveler untuk mengambil foto, berkat efek siraman cahaya ‘ilahi’. Namun pengunjung juga harus tetap membawa senter untuk membantu penerangan di sana.

Jangan buru-buru keluar saat sudah mencapai dasar Gua Bangkang. Para pengunjung mesti mencoba untuk mengamati struktur bebatuan yang menawan. Memperhatikan bagaimana koloni kelelawar itu bergelantungan.

Jika kebetulan para pengunjung berada dalam gua hingga menjelang fajar tenggelam, maka pengunjung akan punya kesempatan melihat kawanan kelelawar itu berterbangan menyerbu mulut gua untuk berburu. Alangkah baiknya juga apabila pengunjung yang mendatangi kawasan wisata ini dengan dampingan pemandu wisata setempat.

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense