Kasus Berbuntut Panjang, Giliran Pihak Ibu yang Memasukkan Laporan ke Polda NTB



Mataram, Suaraselaparang, Kasus persengketaan antara Anak dan Ibu lantaran Tudingan penggelapan motor yang dilakukan seorang anak kepada ibu kandungnya sendiri di Loteng terus saja menjadi perbincangan publik.

Awalnya pihak anak yang berinisal (M) telah melaporkan Ibu kandungnya (K) ke Polres Lombok Tengah, Sabtu (27/09), namun sayang laporan itu justru ditolak mentah-mentah oleh Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono, sebaliknya Priyo menyarankan agar sengketa ini dirundingkan sama pihak keluarga saja,"Imbuhnya

Namun Pihak Keluarga dari Ibu (K) justru memberatkan tudingan yang dilakukan (M) atas penggelapan motor oleh ibu kandungnya sendri, sehingga pihak keluarga dari ibu (K) memasukkan dua berkas laporan atas keberatan dan penggelapan harta waris, kepada Polda NTB, Rabu (01/07) sekitar pukul 11:00 WITA.

Dalam hal tersebut ibu (K) beserta keluarga didampingi langsung oleh pengacaranya Lalu Anton Hariawan, SH untuk menyerahkan berkas laporan tersebut kepada pihak Polda NTB.

Kepada media suara selaparanag Anton menjelaskan bahwa "kami sangat keberatan atas tudingan dan pencemaran nama baik (M) kepada sang ibu (K) atas penggelapan Motor, justru sebanarnya motor tersebut dibelikan ibu (K) untuk cucunya anak dari (M) dengan uang pribadi dari ibu (K)."jelasnya

"kami juga memberatkan kasus ini karena si anak (M) yang gara-gara motor tesebut melakukan tindakan penganiayaan kepada ibu kandungnya sendiri, hingga seluruh tubuh ibu (K) merasa sakit dan pendengaran beliau menjadi terganggu akibat pukulan tersebut,"Jelasnya.

Sehingga kami melaporkan kasus ini ke pihak yang berwenang supaya pihak anak (M) menjadi sadar dan insaf serta  mohon maaf kepada Ibunya atas tindakan yang telah dilakukan,"Harapnya.

Hari ini kami sudah memasukkan dua laporan ke Diteskrimum polda NTB 1. Terkait Tindak Pidana Penggelapan waris dimana hasil penjualan tanah tersbut lebih dari 200 juta rupiah, krena ini harta gono gini. dimana ibu harus mendapat 1/2 dari harta bersama suaminya dan ditambah 1/3 dari harta bagian suaminya yg neninggal. 

Nah ternyata dalam kasus ini si Ibu hanya diberikan kurang lebih 13 juta untuk beli motor. dan itupun motor tersebut akan di ambil padahal notabenya motor tersebut dibeli dari uang tersebut.

Dan yang Ke 2. Ke Ditreskrimsus Polda NTB. Terkait mencemarkan nama baik ibu (K), dimana ibu (K) di beberapa statmen dituduh Menggelapkan sepeda motor. Padahal motor tersebut tidak sama skali digelapkan melainkan motor terbut dibeli dari hak dan jeri payahnya sendiri. "Jelas Anton kepada suaraselaparang.

Karena kami sayangkan sekali ada seorang anak yang tega melaporkan ibunya sendiri, dengan fitnah penggelapan motor, belum lagi adanya pemukulan, jelas membuat hati kami tesentuh atas sengketa ini, hingga kami juga ingin kasus ini tuntas baik secara perdata ataupun pidana, "Tambahnya

Ibu (K) yang ikut hadir dalam penyerahan berkas tersebut juga mengakui bahwa adanya kekerasan dan pemukulan yang dilakukan oleh anaknya (M) kepada dia, Ibu (K) juga mengaku kalau istri dari (M) juga ikut mengancam apabila terus melawan.

"Saya ditendang, dipukuli, sampai punggung saya sakit sekali, pendengaran saya juga menjadi kurang jelas saya merasakan kesakitan diseluruh tubuh saya,"ungkapnya

Pihak Diteskrimum yang menerima laporan berkas tersebut menyampaikan "bahwa kasus ini kami akan proses secepat mungkin  dan kami juga akan menyerahkan berkas laporan yang kami terima ini ke pihak atasan kami, untuk mengusut tuntas sengketa ini". Pungkasnya

Supaya kami juga dari pihak Polda NTB bisa menemukan titik terang atas sengketa ini, sehingga pihak yang dilaporkan juga mendapatkan epek jera atas tindakan tudingan dan kekerasan yang dilakukan kepada ibunya sendiri. "Tutupnya.(SS-04)
Previous Post Next Post

Adsense