Ketua DPD KNPI Lombok Timur : Regulasi Ritel Modern Harus Berpihak Pada Kepentingan IKM /UMKM



Selong,SUARASELAPARANG,- Ritel modern itu keniscayaan pada fase modernitas sekarang. Ketersediaan barang, sistem pembayaran mendorong publik ke arah digitalisasi market. 
Statement Bupati sebelumnya secara substansi bernapas baik, yakni ingin menumbuhkembangkan Ritel modern Lokal berbasis BUMDes. Hanya saja progressnya belum terlihat. hanya beberapa desa saja yang memiliki Ritel Modern Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat 24 jam cukup intens.

Terkait dengan kontroversi penerbitan izin penambahan lokasi baru sebanyak 30 titik di kabupaten Lombok Timur untuk pembangunan unit usaha Ritel modern yang dikelola PT.Sumber Alfaria trijaya atau Alfamart melalui surat persetujuan Nomor 240/303/PM/06/2020 yang diterbitkan oleh kadis Penanaman Modal dan pelayanan terpadu satu pintu Kabupaten Lombok Timur sangat disayangkan. Sebab, sampai saat ini izin hanya untuk kepentingan retribusi daerah dan tidak menggeliatkan level perekonomian lokal. Belum terdapat lapak khusus produk lokal UMKM.

Seharusnya pada konteks perluasan izin, sebelum dikeluarkan izinnya, MoU juga dibuat oleh Pemda khususnya Terkait serapan produk lokal UMKM. Terutama pada produk bahan mentah dan olahan jadi yang kemudian terpajang di Etalase mereka.

"Jika kebijakan ini menguntungkan daerah dan menggerakkan geliat ekonomi lokal seperti menyerap produk-produk UMKM lokal, maka kita akan dukung. Akan tetapi, jika tidak jelas prosentase UMKM Lokal di Etalase PT. Sumber Alfaria Trijaya- Alfamart maka ini adalah bentuk pengebirian usaha rakyat. Kita ingin buktikan binaan UMKM yang telah lama masuk di nomenklatur anggaran OPD bersangkutan tiap tahun anggaran dan diatensi serta diakselerasi para stakeholder bisa menunjukkan kapabilitasnya dan bekerjasama dengan industri perdagangan modern termasuk ritel ritel yang ada".


Redaksi Suaraselaparang.com
Previous Post Next Post

Adsense