Koalisi ALARM,LK2T dan KASTA LOTIM Sebut Proyek SPAM Tutuk Sebagai Proyek Gagal


Selong,Suaraselaparang,-Lakukan Hearing Ke kantor DPRD Kabupaten Lombok Timur,Koalisi LSM Aliansi Rakyat Menggugat ( ALARM), Lembaga Kajian Kebijakan dan Transparansi ( LK2T), dan KASTA Lotim sebut Pengerjaan SPAM Tutuk kecamatan Jerowaru sebagai Proyek Gagal.
Rabu, (22/7/2020). 

Atensi Koalisi NGO lingkar kawasan selatan tersebut mulai mencuat setelah mendengar kabar terkait gangguan teknis berupa kebocoran SPAM Tutuk.sehingga Air yang seharusnya bisa mengalir ke masyarakat Desa sekaroh tersendat  dan tidak bisa berjalan sesuai perencanaan.

Dari Catatan Koalisi LSM tersebut diketahui bahwa sejak beberapa waktu lalu telah dijalankan program Pipanisasi, Survei geolistrik, water treatment dan Dropping Air bersih dimana sumber dana untuk mendukung pelaksanaan program-program tersebut didapatkan dari bantuan Kementerian Pekerjaan Umum, BNPB, Kementerian ESDM dan didukung oleh Alokasi APBD Kabupaten Lombok Timur.namun program keempat tersebut ujung-ujungnya menemukan kendala dan masalah. 

Pada Rentang Tahun Anggaran 2019-2020, Daerah kembali mengalokasikan Anggaran penanggulangan Krisis Air bersih untuk kawasan Selatan sejumlah 3,9 Milliar salah satunya untuk Tower dengan tinggi 33 Meter. Namun SPAM yang baru beroperasi pada Februari 2020 tersebut mengalami kebocoran. 

Sesuai Peraturan pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum ( SPAM)pasal 2 Ayat 1 disebutkan bahwa SPAM diselenggarakan untuk memberikan pelayanan Air minum kepada masyarakat untuk memenuhi gak rakyat atas air minum.Regulasi lainnya terkait SPAM juga tercantum dalam Peraturan Menteri PUPR RI Nomor 27/Prt/M/2016 Tentang penyelenggaraan Sistem penyediaan Air Minum. 

Berkaca dari Regulasi-regulasi tersebut, Direktur LK2T, Ketua ALARM NTB dan KASTA DPD LOTIM menyebut bahwa Proyek SPAM Tutuk yang berlokasi di Lingkok Tutuk Desa Jerowaru kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur sebagai Proyek Gagal. 

" SPAM Tutuk ini proyek gagal bahkan mulai dari awal proyek, ada indikasi masalah hingga finishing tak hanya itu PHO juga bermasalah" Tegas Karomi di depan perwakilan pihak pihak terkait Pengerjaan Proyek Tersebut di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Lombok Timur. 

Sementara itu Ketua ALARM NTB, Arsa Ali Umar mendesak agar Dinas PU memberikan kepastian dan transparansi terkait penggunaan anggaran dalam Proyek tersebut. 

"Kami mendesak Pihak terkait untuk Transparan dalam alokasi Anggaran untuk pengerjaan proyek Ummat tersebut".tegas Aktivis Selatan itu. 

Koalisi NGO ini juga Meminta Dinas PUPR,PDAM yang membidangi Proyek SPAM ini dan PT. Annisa Prima Lestari selaku kontraktor pemenang tender yang mengerjakan proyek ini untuk Bertanggungjawab terhadap kerusakan serta gangguan teknis tersebut. 


Redaksi Suaraselaparang.com
Previous Post Next Post

Adsense