Kunker Menkopolhukam dan Mendagri, Gubernur NTB : Sengsara Membawa Nikmat


Mataram, suaraselaparang, Gubernur NTB beserta Bupati dan Walikota se-NTB, menyambut dengan hangat kedatangan rombongan Menkopolhukam dan Mendagri dalam agenda Kunjungan Kerja (Kunker) yang diselenggarakan langsung di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB. Selasa (21/07).

Gubernur NTB Dr. Zulkiflimansyah menyambut dengan hangat rombongan Menkopolhukam, Mendagri, Kasum TNI, Kakapolri dan Wakil Ketua DPD RI yang hadir dalam kegiatan pengarahan dengan tema "Mensukseskan Pilkada Serentak 2020, Pendisiplinan Masyarakat Taat Protokol Kesehatan Covid-19, dan Terlaksananya Program Objek Vital Nasional di Provinsi NTB". 
"Terima kasih atas kedatangan rombongan di NTB ini," sambutannya penuh semangat. 

Zul, nama akrabnya menuturkan, "jika setiap pagi macan bangun dengan satu kesadaran bahwa dia harus mampu berlari dari menjangan yang paling lambat. Karena, kalau dia tidak mampu berlari lebih cepat dari menjangan yang paling lambat dia akan kelaparan."

Kalimat terakhir ini yang menarik, "no matter whether you are a tiger or deer when the sun comes up you better. (Jadi dalam hidup itu tidak peduli Anda ini Menjangan atau macan ketika matahari mulai menyingsing kita harus segera untuk berlari)," tuturnya. 

"Pada tahun 2018 NTB mengalami gempa. Dengan kerja keras kita semua Alhamdulillah kita dapat membangun, terima kasih pada TNI Polri terutama Pak Danrem karena kita mampu membangun 240 ribu rumah tahan gempa, pertumbuhan ekonomi kita juga meningkat bahkan pariwisata dengan adanya Dark flight dari Australia ke Lombok, kunjungan meningkat hampir 80% dan ketika kita ingin rebaund ternyata covid 19 menyapa kita semua."

Presiden Republik Indonesia dalam rapat terbatas kepada seluruh gubernur memberikan pesan yang sangat tegas, "Kalau kita berhadapan dengan satu keadaan yang kita tidak pernah alami sebelumnya. Oleh karena itu, ada dua hal yang penting yang harus dilakukan. Yang pertama, semaksimal mungkin semua kepala daerah harus mencegah penularan corona virus ini dan yang kedua penanganan Corona virus ini Economic impact atau dampak ekonomi harus diperhatikan jangan sampai kita terlampau serius memikirkan korona tapi tidak memikirkan ekonomi," jelasnya. 

Laporan pertama Pak Presiden itu kami sikapi dengan tegas, kerja besar kami langsung dibagi dua, yang pertama satu tim khusus menangani persoalan kesehatan dan persoalan teknis lainnya langsung dibawah kendali wakil gubernur, dan yang kedua langsung kami sendiri mengambil tanggungjawab untuk mengantisipasi economic and social impact dari pandemi. dan alhamdulillah  dengan ketegasan dari buah kampanye yang tidak henti-hentinya dengan para bupati Walikota, Alhamdulillah penyebaran coronavirus di provinsi kita ini mampu kita kendalikan tinggal satu kota saja yaitu kota Mataram. Dalam rapat forum koordinasi pimpinan daerah yang kita lakukan setiap pekan kita akan bahu-membahu bersama-sama mengeroyok kota Mataram dan sedikit di Lombok Barat supaya badai ini segera berlalu dari tempat kita.

"Sengsara Membawa Nikmat" bukan hanya judul Novel tapi juga kami rasakan dengan adanya Instruksi Presiden untuk memberikan social security net itu pada masyarakat, memang stay at home dan physical distancing, social distancing itu betul tapi kalau masyarakat kami tidak diberikan kesibukan bisa kontraproduktif, sehingga kami berani mengambil risiko, saya lapor pada Mendagri waktu itu untuk bantuan di Nusa Tenggara Barat ini tidak diberikan tunai karena tunai mungkin akan lebih cepat dan tidak banyak kegaduhan tapi biasanya masyarakat kita kalau dikasih uang mereka akan belanja pulsa dan bahan bakar. Jadi, walaupun kami tahu akan ada kegaduhan kami punya keberanian dibagi dengan komoditas dan komoditas bukan sembarang barang, bukan sembarang komoditas tapi komoditas yang diproduksi lokal.

"Kita juga memproduksi Alkes seperti masker dan handsanitizer dalam masa pandemi covid-19 ini dan  alhamdulilah UMKM kita menggeliat UMKM yang begerak dan dalam masa penanganan covid 19 ini hampir 5000 UMKM yang ada di NTB, dan mudah-mudahan hasil UMKM NTB bukan hanya dipasarkan dilingkungan sendiri tapi juga di internasional." 

Tahun depan NTB akan menghadapi MotoGP pada bulan Oktober 2021, kami menyampaikan terima kasih karena Polri telah menempatkan Kapolda yang brilian yang berjanji akan menyelesaikan permasalahan pembebasan tanah yang tinggal 1 titik sehingga harapan kami saat presiden berkunjung ke NTB masalah sirkuit GP sudah selesai. untuk kesiapan pilkada serentak 2020 Kabupaten dan kota yang mengadakan saya  sampaikan kesiapannya," tutupnya. 

(SS-04)
Previous Post Next Post

Adsense