Kurang Laku, Sejumlah Pedagang Hewan Kurban di Kota Mataram Merasa Rugi


Mataram, suaraselaparang , Sejumlah Penjual Hewan kurban di Kota Mataram terlihat lesu, pasalnya Tiga hari jelang perayaan Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan ternak di Kota Mataram dan sekitarnya cenderung masih sepi pembeli. Keluhan penurunan jumlah tersebut dilontarkan Salhan, penjual kambing  asal Lendang  Lekong, Turida, Selasa (28/07)

Salhan bahkan mengatakan, penurunannya mencapai lebih dari 60 persen dibanding tahun lalu. "Biasanya harus sudah laku 70-75 ekor. Sekarang baru 20 ekor saja, "curhatnya.

Kendati demikian, sampai saat ini harga hewan relatif normal. Berkisar Rp 3.000.000 hingga Rp 4.000.000 per ekor. Karena sangat sepi, ia  tak segan menurunkan harga hingga Rp 500.000. Ia menduga, penyebab turunnya penjualan karena kondisi ekonomi masyarakat belum normal seperti biasa.
 
"Tahun ini masyarakat enggan beli kambing mahal. Beda dengan Idul Adha tahun lalu, " katanya.

Senada juga disampaikan oleh Rawiyah, penjual hewan ternak lainnya asal Sekarbela mengatakan, stok hewan yang diberikan dari peternak asal Keruak, Lombok Timur juga berkurang. Sehingga persoalan yang dihadapi berlipat. Satu sisi minat beli berkurang, sisi lain pilihan juga terbatas.

Lebih lanjut ia menceritakan, Sejak gempa 2018, peternak cukup kesulitan mencari lahan untuk kambing dan sapi peliharaannya. Hal tersebut berimbas pada naiknya harga hewan yang ia jual. Yakni Rp 3.500.000 – Rp 4.500.000.

"Biasanya saya stok 60 ekor kambing saja bisa laku 30-35 ekor. Tahun ini ada 45 stok kambing tapi baru laku tujuh ekor. Sapi ada tujuh baru terjual seekor. Mungkin karena pilihannya tidak sebanyak biasanya, "ujarnya.

Ia berharap, semakin mendekati hari raya permintaan bisa meningkat. "Biasanya dua hari atau sehari menjelang lebaran baru diserbu. Semoga tahun ini juga begitu, "imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli menerangkan, hingga kemarin jumlah total pedagang hewan kurban di Mataram 57 orang. Dengan kambing yang ditawarkan 1.817 ekor sedangkan sapi 81 ekor. 

Pihaknya juga memaklumi adanya penurunan jumlah penjualan hewan ternak tahun ini. Itu  akibat perekonomian masyarakat terdampak Korona. Namun, lanjut dia, pandemi ini juga membuat kesadaran masyarakat untuk memeriksakan hewan kurbannya meningkat.

"Di beberapa tempat, masyarakat berinisiatif untuk meminta pemeriksaan secara khusus terkait hewan ternak pilihannya. Jadi kami datangkan dokter hewan pihak kami ke lokasinya, "katanya.

"Bisa jadi hal ini karena adanya Covid-19, membuat masyarakat lebih mewanti-wanti. Bisa juga karena pernah ada pengalaman hewan ternak yang tidak memenuhi syarat untuk dikurbankan, "tambahnya.


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense