Mahasiswa UNRAM Berdemo, Prof. Husni, SH, M.HUM: Siap Menindaklanjuti Tuntutan Mahasiswa

Mataram, SUARASELAPARANG – Puluhan mahasiswa yang terdiri dari gabungan mahasiswa dari berbagai jurusan Universitas Mataram (UNRAM) melakukan demo di depan Gedung Rektorat UNRAM terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT), Kamis (02/07/2020). Sekitar pukul 12.20 WITA, massa kemudian ditemui oleh Rektor UNRAM Bapak Prof. Husni, SH, M.HUM dengan didampingi Wakil Rektor 1, 2 dan 3
Dalam sambutannya, Prof. Husni, SH.M.HUM mengaku bersyukur dapat menemui massa untuk melakukan komunikasi terkait tuntutan mereka. Beliau pun menghimbau agar para peserta aksi untuk sama-sama saling memahami bahwa Covid-19 merupakan bencana berskala internasional yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa saja, tetapi juga dirasakan oleh dosen dan tenaga kependidikan. 

Beliau juga mengingatkan, para dosen di UNRAM tak ubahnya seperti orang tua yang bertugas membesarkan dan mendidik mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang menguasau ilmu sehingga mahasiswa tidak perlu memposisikan diri sebagai pihak kontra yang seakan-akan mau melawan.

"Saya selalu ingatkan kami ini adalah orang tua kalian, jadi kalau ada sesuatu keperluan jangan memposisikan diri seakan-akan mau melawan, saya ini adalah orang tua kalian akan membesarkan mendidik kalian menjadi manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi juga memiliki akhlak budi pekerti yang mulia,” ungkan Husni.

Beliau juga menegaskan agar mahasiswa membaca kode etik kemahasiswaan, terutama mengenai bagaimana etika menyampaikan pendapat termasuk penyampaian pendapat muka umum. Menurut beliau, jangan sampai nanti ada yang harus menjadi korban karena ada pelanggaran kode etik karena itu sudah kesepakatan bersama dan sudah disahkan di SK Rektor Pertama.

Adapun terkait tuntutan massa, Prof. Husni, SH menjelaskan bahwa PERMENDIKBUD 25 tahun 2020 Pasal 9 memberi kebijakan pembayaran SPP atau 50% bagi mahasiswa semester 9 dan atau mengambil SKS maksimal 6 semester atau lebih rendah. Peraturan tersebut pun otomatis berlaku sejak di tetapkan oleh Menteri tanpa menunggu peraturan dari rektor.

"Saya sudah minta kepada WR 2 beberapa waktu yang lalu untuk segera mendata mahasiswa yang memiliki hak dan itu sudah dilakukan oleh Pak WR 2 dan secara otomatis yang memenuhi syarat pasal 9 tadi membayar 50%," jelas Husni.

Selanjutnya, beliau pun berjanji akan menindaklanjuti sistem yang otomatis mengatur hak mahasiswa, sehingga nantinya mahasiswa tidak kerepotan untuk melakukan pengecekan ”Insya Alla, hari Senin nanti masih ada tindak lanjut tentang petunjuk teknis itu yang kedua melalui mekanisme yang sebenarnya juga melibatkan WR itu kita sepakati dalam jangka waktu kurang lebih 25 hari dan dibuka lagi oleh WR 2 untuk melengkapi dokumen, "tutup Husni. (SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo