Masyarakat Tak Peduli Lagi, Pemkot Mataram Tekankan Program Unggulan PCBL


Foto H. Ahyar Abduh ( Wali Kota Mataram)

Mataram, Suaraselaparang, Target Gubernur NTB untuk penurunan kasus covid Juli ini, disambut Pemkot Mataram. ”Untuk itu kita bisa usahakan. Supaya bulan ini bisa turun, maka perlu kita tekankan lagi program Penanganan Covid Berbasis Lingkungan (PCBL),” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, Rabu (01/07).

Target tersebut tentu harus diimbangi dengan kerja keras. Tidak mudah. Apalagi tren seminggu terakhir kasus covid di Kota Mataram terus menanjak. Bahkan, selama delapan hari berturut-turut, dari tanggal 23 Juni hingga 30 Juni, berdasarkan data gugus tugas, terus terjadi kasus kematian. Total ada sembilan pasien yang meninggal dunia.

Persoalan lainnya, Ahyar menilai masyarakatnya masih belum disiplin dalam menerapkan protokol covid. Ketika bepergian masih ditemukan warga yang tidak menggunakan masker. ”Kita yang berat soal itu. Bagaimana kedisplinan masyarakat,” ujarnya.

Menghadapi situasi tersebut, Ahyar bersandar pada program andalannya. Penanganan covid berbasis lingkungan (PCBL). Yang diklaimnya berhasil menekan laju penyebaran kasus covid di Kota Mataram.

Ahyar mengefektifkan PCBL. Melakukan edukasi kepada masyarakat terkait protokol pencegahan covid melalui program ini. Kata Ahyar, ia terus melakukan evaluasi. Meminta lurah dan kepala lingkungan menjalankan PCBL sebaik-baiknya.

”Kita edukasi terus. Ada juga dibantu dengan program kampung sehat dari Kapolda. Semoga ini bisa mempercepat angka penurunan kasus,” ujar Ahyar.

Sejauh ini, kata Ahyar, PCBL bisa memutus mata rantai penyebaran covid di tingkat lingkungan. Kasus positif sekarang ini, lebih didominasi pasien yang sebelumnya tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

”Peningkatan itu dari PDP maupun orang yang akan melakukan perjalanan. Yang melakukan swab mandiri,” katanya.

Persoalan edukasi mengani covid menjadi poin krusial. Masyarakat harus disadarkan bagaimana pentingnya menerapkan protokol pencegahan covid. Terutama untuk menghadapi situasi kenaikan kasus sekarang ini.

Ahyar mengatakan, target penurunan kasus covid pada Juli ini, tidak saja dibebankan kepada Pemkot Mataram. Pemkot bersinergi dengan TNI dan Polri. ”Sama masyarakat juga. Kita berusaha bagaimana target tersebut bisa tercapai,” imbuhnya.
Sejauh ini, di NTB hanya dua daerah yang berstatus zona merah. Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Pemprov NTB memberi atensi khusus terhadap situasi tersebut.

Kata Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah kondisi ini mengkhwatirkan. Karenanya Rohmi meminta sinergi pencegahan dan penanganan Covid-19 diperkuat. ”Sungguh-sungguh menjaga aktivitas-aktivitas kita, termasuk objek wisata yang telah dibuka,” katanya.

Ia menekankan, objek wisata yang boleh dibuka hanya tempat yang berisiko rendah. Itu pun harus dengan protokol ketat, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

”Ini butuh komitmen Kota Mataram benar-benar dan kita ingin Mataram lebih aktif lagi mensosialisasikan,” harapnya.

Saat ini, setiap hari ada kasus kematian. Itu menunjukkan transmisi lokal cukup masif. Kondisi itu harus menjadi atensi semua pihak. ”Penerapan protokol Covid-19 diperketat di tempat-tempat keramaian, pusat perbelanjaan dan rumah ibadah,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta bulan Juli kedua daerah bisa menekan angka kasus Covid-19. ”Saya harap tim khusus segera dibentuk. Setiap hari harus ada laporan yang kami terima. Ini untuk mempercepat penanganan Covid-19 di dua wilayah tersebut,” tegas Zul (SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense