Mulai 7 Juli Taman Nasional Gunung Rinjani Buka Wisata One Day Trip



Mataram, Suaraselaparang- Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Direktoral Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam & Ekosistem Kementrian Lingkungan Hidup & Kehutanan, Dedy Asriady, S.Si, M.P, menegaskan bahwa sesuai arahan Dirjen KSDAE dan hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, akan membuka destinasi wisata di Taman Nasional Gunung Rinjani mulai Selasa (07/7) depan.

“Sesuai dengan Surat Edaran Dirjen KSDAE Kementiran LHK Nomor: SE.9/KSDAE/PJLHIL/KSA.3/6/2020 tentang Arahan Pelaksanaan Reaktivasi Bertahap di Kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam dan Suaka Margasatwa untuk Kunjungan Wisata Alam Pada Masa New Normal Pandemi Corona Virus Deseases 2019 (Covid-19), maka Wisata TNGR akan mulai dibuka untuk umum mulai tanggal 7 Juli 2020. Tentu saja dengan berbagai protokol, syarat, dan ketentuan yang ketat, mengingat ini masih masa Pandemi Covid-19,” ujar Dedy Asriady.

Berdasarkan data kunjungan wisata secara Nasional, Taman Nasional Gunung Rinjani merupakan wisata pendakian terindah di Indonesia, yang mampu menjadi stimulus ekonomi pasca bencana Gempa yang melanda Pulau Lombok di tahun 2018 yang berentetan dengan bencana Pandemi Covid-19. Sehingga pembukaan wisata TNGR sangat penting untuk dilakukan.

“Gunung Rinjani menjadi perhatian nasional dan internasional, karena memiliki daya tarik wisatawan yang cukup besar. Selain itu TNGR mampu menyerap tenaga kerja wisata yang meliputi 1.731 orang Pemandu Gunung dan 129 Tracking Organiser, yang menggantungkan mata pencahariannya pada wisata dakian Gunung Rinjani,” imbuh Dedy.Sehingga dengan berbagai pertimbang dan kondisi yang ada, Pihaknya merencanakan pembukaan Wisata khusus One Day Trip dengan kuota 30% dari kunjungan normal.

Khusus untuk di masa New Normal Pandemi Covid-19 sekarang ini. Pembukaan One Daya Trip tersebut meliputi delapan destinasi wisata, dan diperkecualikan/belum dibuka untuk lima destinasi wisata pendakian Gunung Rinjani.“Untuk masa New Normal terhitung Selasa (7/7) depan, kita buka delapan Destinasi Wisata yang ada di wilayah TNGR yaitu meliputi Pertama, wisata outbound di Otok Koko Joben (Joben Eco Park) maksimal 77 pengunjung per hari, sedangkan untuk Camping maksimal sebanyak 150 pengunjung per hari. Kedua, Wisata Hiking/mandi di Air Terjun Jeruk Manis maksimal sebanyak 180 pengunjung per hari,” lanjut Dedy.

Ketiga, wisata hiking/berendam di Sebau maksimal sebanyak 22 pengunjung per hari. Keempat, wisata mandi di Mangku Sakti maksimal sebanyak 300 pengunjung per hari. Kelima, wisata hiking di Telaga Biru maksimal sebanyak 84 pengunjung per hari. Keenam, wisata hiking di Gunung Kukus maksimal sebanyak 90 pengunjung per hari. Ketujuh, wisata paralayang di Bukit Telaga maksimal sebanyak 21 pengunjung per hari. Kedelapan, wisata hiking dan camping di Propok maksimal sebanyak 150 pengunjung per hari.
Pembukaan Delapan destinasi wisata itupun harus dengan mempertimbangkan status wilayah keberadaan lokasi wisata yang ada. Dimana sesuai ketentuan BNPB RI selaku Pelaksana Gugus Percepatan Penaggulangan Bencana Covid-19, bahwa wilayah wisata yang boleh dibuka adalah daerah zona Hijau dan Kuning saja. Tidak dibolehkan untuk daerah yang merupakan Zona merah Covid-19.

“Sehingga systemnya nanti bisa jadi buka tutup. Karena sangat tergantung dengan lokasi wisata setempat masuk Zona Hijau-Kuning atau Zona Merah. Karena itu sangat butuh kerjasama semua pihak untuk bersama-sama menekan penyebaran Virus Covid-19 di lokasi Wisata tersebut,” terang Dedy.
Pihak TNGR pun menerapkan protokol Covid-19 yang ketat terhadap para wisatawan. Baik dari mulai pintu masuk, saat di lokasi wisata, maupun saat ke luar pintu Wisata. Wisatawan antara lain diwajibkan menggunakan masker, menjaga jarak minimal satu meter, Membawa surat keterangan bebas covid-19 (untuk yang dari luar provinsi NTB) atau Bebas Gejala Flu untuk yang berasal dari pulau Lombok. Selain itu, setiap wisatawan wajib membawa Handsanitizer, trash bag penampungn sampah. Dan waktu kunjungan pun untuk sementara dibatasi dari pukul 09.00-15.00 Wita.

”Sementara untuk wisata pendakian masih kami tutup total di masa New Normal ini. Kelima lokasi pendakian semuanya ditutup, baik Trakking dan Camping di wilayah Sembalun, Senaru, Aik Berik, Timbanuh, maupun Torean. Kebijakan ini kami ambil karena tidak memungkinkan dilakukan wisata One Day Trip sesuai arahan Kementrian LHK dimana tidak boleh ada wisatawan yang menginap di lokasi Wisata TNGR,” terang Dedy.

“Ini adalah titik tengah yang terbaik untuk wisata TNGR selama masa New Normal. Insya Allah begitu masuk fase pembukaan sekala besar dari Presiden RI dan Kementrian LHK, pendakian Gunugn Rinjani dan Wisata lainnya akan kita buka secara total pula. Mari kita berdo’a pandemi Covid-19 ini segera terkendali dan berlalu,” sambung Dedy
Dalam menyiapkan tahap pertama pembukaan Wisata TNGR tersebut Dedy mengaku sejak awal bersama-sama Pemerintah Provinsi NTB, Pemda KLU, Lombok Tengah, Lombok Timur serta stakeholder terkait lainnya, telah merancang berbagai ketentuan guna menyukseskan Kegiatan Menuju Pembukaan Destinasi Wisata Masa New Normal Taman Nasional Gunung Rinjani yang meliputi persiapan protokol, internalisasi, konsultasi publik dan Sosialisasi, Edukasi dan Simulasi.

“Sejak tanggal 26 Mei 2020 lalu hingga 6 Juli ke depan, kami lakukan revisi dan penyusunan, internalisasi, konsultasi public, termasuk sosialisasi, edukasi dan simulasi berbagai SOP. Antara lain SOP Pendakian dan Non Pendakian, Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi, Penanganan Sampah tanggal, Pengadaan Kebutuhan Sarpras dan Pemantapan Aplikasi Booking Online / “eRinjani. Mari kita songsong wisata masa New Normal ini dengan optimisme,“ tutup Dedy.

Redaksi Suaraselaparang.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo