Pembangunan SMPN 2 Gunungsari Tak Kunjung Direalisasikan, Dewan Kritik Dikbud Lombok Barat


Giri Menang, Suaraselaparang, Tak kunjung direalisasikan, Janji Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Barat (Lobar) untuk membangun gedung SMPN 2 Gunungsari menuai kritikan dari Dewan Legislatif Lobar, "Pas kita tinjau lokasi, Dikbud itu janji April sudah memulai pembangunan, "kata Wakil Ketua DPRD Lobar Hj Nurul Adha, Senin (27/07).

Namun, janji itu tak kunjung ditepati. Karena itu, para wakil rakyat di Lobar merasa di-PHP. "Kita sempat pertanyakan itu kapan dimulai. Jawabnnya segera, April. Segera terus, tapi sampai sekarang belum ada progres, " kritiknya Sesal

Sejauh ini, Persoalan SMPN 2 Gunungsari jadi atensi dewan. Apalagi setelah eksekusi yang dilakukan, pascakeputusan Mahkamah Agung (MA). Yang membuat SMPN 2 Gunungsari dirobohkan dan siswanya terpaksa harus belajar di kelas darurat.

Awal Maret lalu, Nurul Adha bersama anggota Komisi IV DPRD Lobar sempat turun langsung. Meninjau lokasi kelas darurat. Dari sanalah, kata politisi PKS ini, Dikbud berjanji pembangunan gedung SMPN 2 Gunungsari yang baru, akan dimulai April.

Kondisi kelas darurat SMPN 2 Gunungsari sangat memprihatinkan. Bahkan saat musim hujan di Februari, kelas tersebut terendam banjir. Apalagi di saat tidak ada proses belajar mengajar di sekolah, akibat pandemi, ruangan kelas banyak tumbuh tanaman liar.

Bagi Nurul Adha, Dikbud seharusnya memanfaatkan waktu pandemi ini. Di saat tidak ada proses belajar mengajar di sekolah, mereka bisa memulai pembangunan.

"Anggaran sudah ada, perencanaan juga ada, tapi belum ada pembangunan. Apa sebenarnya yang jadi kendala, "Cetus Nurul Adha.

Dalam pantauannya beberapa waktu lalu, Nurul Adha menerangkan, lokasi SMPN 2 Gunungsari secara geografis berada di dataran rendah. Bahkan bersebelahan dengan sungai. Sehingga ketika ada hujan dengan intensitas yang cukup lama, air akan naik dan membanjiri kelas.

Dewan sempat mengusulkan agar lokasi pembanguan SMPN 2 Gunungsari dipindah. Sayangnya belum ada lokasi dan anggaran untuk pengadaan lahan. Sementara anggaran untuk pembanhunan gedung RKB sudah disiapkan tahun ini senilai Rp 1,4 miliar.

"Akhirnya pihak sekolah bersama komite setuju sekolah dibangun di lokasi eks Puskesmas Penimbung saat ini, "ujarnya.

Dengan catatan pondasi bangunan sekolah harus dibangun 1,2 meter. Proses pembangunan juga melibatkan Dinas PUPR untuk melakukan penimbunan menggunakan tanah urug dan penataan sungai atau ditalud.

"Jangan sampai terlalu bawah agar ketika terjadi hujan deras yang cukup lama, air tidak sampai maauk ke ruang belajar, "himbaunya

Untuk penimbunan menggunakan tanah urug dan penataan sungai di sekitar sekolah nantinya akan disiapkan anggarannya di APBD perubahan.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram Jumarti juga menyuarakan hal serupa. Meminta Dikbud memberi atensi lebih untuk SMPN 2 Gunungsari. " Jangan jadikan anak-anak kita korban. Sekolah harus segera dibangun, "kata Jumarti.


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense