Rapid Test Bagaikan Horor, Pedagang di Pasar Kebon Roek Mendadak Sepi


Mataram, Suaraselaparang, Takut karena mau dirapid test, pedagang di Pasar Kebon Roek Ampenan mendadak sepi. Tak banyak pedagang yang datang. Lantaran, mereka mendapatkan informasi, akan dilakukan rapid tes bagi semua pedagang yang berjualan di Pasar Kebon Roek Ampenan.

"Banyak pedagang yang enggak datang karena informasi rapid test itu, "ujar kepala UPT Pasar Dinas Perdagangan Kota Mataram, Fatwa Graha Badianda, Selasa (28/07).

Biasanya pedagang di Pasar Kebon Roek ramai , namun hari ini tiba-tiba mendadak sepi. Mereka yang datang hanya beberapa orang saja. Bisa dihitung dengan jari. Informasi yang diterima Fatwa, rencana rapid test bagi para pedagang di pasar ini merupakan program pemerintah provinsi.

Namun rencana ini sudah ditunda beberapa kali. "Hari ini juga ditunda sampai waktu yang belum ditentukan, "beber pria yang akrab dipanggil Fatwa itu

Ia juga mengaku semenjak informasi mengenai rencana rapid test bagi pedagang berhembus, berdampak pada operasional pasar di Kota Mataram, termasuk di pasar Kebon Roek.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Usman menjelaskan, pihaknya tidak pernah mengagendakan ada rapid test bagi para pedagang. Karena Pemerintah Kota Mataram telah menyediakan layanan gratis bagi warga untuk rapid test di RSUD Kota Mataram.

“Kita tidak ada rapid test untuk pedagang pasar. Karena Mataram sudah menerapkan PCBL dan kampung sehat. Untuk yang mau rapid dan swab gratis kan bisa ke RSUD Kota Mataram,” jelas Usman.

Selain di RSUD Kota Mataram, pemerintah kota juga menyediakan layanan rapid gratis di semua Puskesmas yang ada di Kota Mataram. Sehingga warga yang membutuhkan layanan ini bisa mengaksesnya ke Puskesmas. Tidak dilakukan bagi semua pedagang yang ada di pasar.

Informasi yang didapatkan oleh Dinas Kesehatan, rencana rapid test bagi pedagang Pasar Kebon Roek akan dilakukan oleh Dinas Perdagangan. Bukan dari Dinas Kesehatan Kota Mataram.

Dari sejumlah informasi yang terhimpun, rencana rapid test bagi para pedagang pasar ini sebenarnya direncanakan pemerintah provinsi sejak pekan lalu. Namun tidak mendapat dukungan dari wali kota. Sehingga beberapa kali pelaksanaannya terpaksa ditunda


(SS-04)
Previous Post Next Post

Adsense