Sempat Viral setelah digugat anak kandung sendiri,diduga Ibu Kalsum juga di Aniaya



Mataram, Suaraselaparang, Sejak Pihak Ibu (K) memasukkan berkas laporan ke Ditreskrimsus dan Diteskrimum Polda NTB atas laporan Penggelapan harta, pencemaran nama baik, serta penganiayaan yang dilakukan pihak anak (M) pada ibu kandungnya Ibu (K), hari Rabu (03/07) Lalu.

Akhirnya Kasubdit V Ditreskrimsusus dan pejabat Ditreskrimum mengontak pihak ibu (K)  untuk kesiapn hadir dan memberikan keterangan selaku pelapor, jum'at (03/07) sekitar pukul 09:30 WITA Ibu (K) diperiksa dan dimintai keterangan terkaiit laporannya Ke Polda kemaren, Rabu (01/07)

Kepada media suaraselaparang, Pengacara Ibu (K) Lalu Anton Hariawan, SH. Jum'at (03/07) mengakui akan adanya pemanggilan dari Kasubdit V Ditreskrimsus dan Pejabat Ditreskrimum Polda NTB, "Alhmdulillah Hari ini kami dipanggil untuk diperiksa terkait dengan laporan kami kepada si (M), "ujarnya.

Dimana laporan kami tersebut tentang penyebaran berita Hoax dan pencemaran nama baik ibu (K) yang dituduh menggelapkan sepeda motor oleh si anak (M).

Setelah itu kami juga sudah komunikasikan dengan pihak penyidik Ditreskrimum terkait laporan tindak pidana penggelapan harta waris yang diduga dilakukan oleh (M). "kami juga memberikan bukti pendukung, serta bukti-bukti bahwa si (M) pernah melakukan tindakan penganiayaan terhadap ibu kandungnya sendiri,"Jelasnya.

Tadi kami lama diperiksa, terkait bukti-bukti baik steatmen, vidio dan lain-lain,  setelah berkomunikasi dengan Kasubdit, dalam waktu dekat terlapor (M) akan dipanggil.

Adapun dengan beredarnya surat perdamian akan ibu (K) dengan (M) yang sudah ditanda tangani, kami tidak membenarkan itu,"Tegasnya.

Menurut keterangan Ibu (K) saat terjadi penganiayaan dan kekerasan oleh (M) di pertengahan Bulan April 2020 kemaren, Ibu (K) tidak pernah sama sekali melakukan tanda tangan terhadap surat itu. Karena pada saat itu Ibu (K) sempat dibawa berobat dan langsung menetap di rumah adiknya di Lombok Barat.

Pengacara ibu (K) itu juga menjelaskan akan kebingungannya terhadap tanda tangan ibu (K) yang tertera disurat tersebut, sedangkan ibu (K) sendiri tidak bisa tanda tangan, "ujarnya.

Sebagai bukti tambahan yang menguatkan, pihak ibu (K) menyodorkan akan perbedaan tanda tangan disurat dengan tanda tangan asli ibu (K) di KTP. 

Dan kami menduga bahwa adanya pemalsuan yang terjadi di surat tersebut, karena jelas-jelas ibu (K) mengaku tidak pernah melakukan tanda tangan, apalagi disaat itu keadaan ibu (K) sedang sakit akibat kekerasan yang dilakukan anaknya (M),"Tutupnya (SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense