Tak Hanya Kasus Pencabulan, Oknum Dosen Unram Lainnya Diduga Memaksa Mahasiswa Buat Konten Tik Tok Demi Nilai


Mataram, suaraselaparang,-Setelah digelar Sidang Etik, Selasa (21/07) di Fakultas Hukum Unram, atas pencabulan yang dilakukan oknum dosen "NIN" terhadap mahasiswinya "Y", membuka tabir terselipnya banyak permasalahan. Keberanian "Y" melaporkan tindakan pelecehan seksual yang dilakukan dosen NIN justru diikuti mahasiswa lainnya. Salah satu dosen berinisial "MI" terseret juga melanggar etika.

Dosen "FH" Unram itu dilaporkan mahasiswa lantas tidak etis dalam memberikan pelajaran. Dia menugaskan mahasiswi untuk membuat konten Tik Tok dan dikirim ke Whatsapp grup.

”Mahasiswi diancam jika tidak membuat konten itu tidak mendapatkan nilai yang baik,” kata Ketua Komisi Etik Senat "FH" Unram Prof Dr Zainal Asikin.

Tak hanya sampai disana, dosen tersebut juga meminta sumbangan kepada mahasiswa di dalam kelas. Dia meminta sumbangan untuk membantu korban Covid-19. ”Untuk meminta sumbangan kan ada mekanismenya. Tidak ujug-ujug langsung meminta sumbangan di dalam kelas,” jelasnya.

Dari laporan itu, majelis etik menyatakan "MI" bersalah. Dia dihukum tidak boleh mengajar selama dua semester.

”Tindakannya tak seberat "NIN"  Tetapi, majelis etik memutuskan "MI" tidak boleh mengajar selama satu tahun,” ungkapnya

(SS-04)
Previous Post Next Post

Adsense