Terkendala Covid-19, Puluhan CJH Menarik Dana Hajinya


Mataram, Suaraselaparang Setelah pemerintah Indonesia resmi membatalkan pemberangkatan haji 2020, karena pandemi Covid-19, sebanyak 23 orang Calon Jamaah Haji (CJH) menarik kembali dana hajinya. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) NTB, Dr. Kyai Haji Zaidi Abdad, rabu (15/07)

Akan tetapi menurutnya, penarikan dana yang dilakukan oleh CJH, tidak lantas menghilangkan hak daftar antreannya untuk diberangkatkan tahun depan. 

“Masih tetap antreannya. Pemerintah memperbolehkan bagi calon jemaah haji yang ingin menarik dananya,” kata Zaidi Abdad yang baru dilantik sebagai Kepala Kanwil Kemenag NTB.

Selanjutnya, ia menerangkan bahwa kelonggaran yang diberikan pemerintah bagi JCH untuk menarik dana hajinya di bank penempatan, adalah upaya pemerintah untuk mengurangi dampak corona. Diketahui, 23 CJH yang menarik dananya ini karena alasan ekonomi akibat corona. 

Diketahui, pemerintah Indonesia secara resmi membatalkan pemberangkatan jemaah haji tahun ini ke tanah suci Makah, karena pandemi Covid-19. Akibatnya, calon jemaah haji dari NTB sebanyak 4.499 orang juga terpaksa ditunda pemberangkatannya. Pemerintah memberikan permakluman kepada seluruh calon jemaah haji di Indonesia, tanpa terkecuali. 

“Kita juga sudah sampaikan kepada calon jamaah haji kita di NTB, atas apa yang menimpa dunia saat ini,” ujarnya.

Penundaan pemberangkatan haji tahun 2020 ini diantaranya disebabkan terlambatnya informasi yang diterima pemerintah Indonesia dari Arab Saudi tentang pelaksanaan haji tahun ini. Sehingga pemerintah Indonesia tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan persiapan terkait pelayanan dan perlindungan jemaah.
Sebenarnya Rencana awal, keberangkatan kloter pertama pada 26 Juni.

Yang menjadi pertimbangan juga adalah Persiapan terkait visa, penerbangan, dan layanan di Saudi sangat mepet. Belum ditambah keharusan karantina 14 hari sebelum keberangkatan dan saat kedatangan. Jika jemaah haji dipaksakan berangkat, ada risiko amat besar, yaitu menyangkut keselamatan jiwa dan kesulitan ibadah karena Corona. Seperti diketahui, penyelenggaraan ibadah haji pada masa terjadinya wabah telah mengakibatkan tragedi kemanusiaan di mana puluhan ribu jemaah haji menjadi korban.

Zaidi juga menceritakan jika sebelumnya Saudi Arabia pernah menutup ibadah haji pada tahun 1814 karena wabah tahun, tahun 1837 dan 1858 karena wabah epidemi, 1892 karena wabah kolera, 1987 karena wabah meningitis. Indonesia juga pernah menutup karena pertimbangan masalah agresi Belanda tahun 1946, 1947, dan 1948. Jadi, "kita harus benar-benar memahami kondisi saat ini demi keselamatan kita bersama. "tutupnya


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense