Warga Geruduk Lurah Mandalika Pertanyakan SK PLT Lingkungan Lendang LEKONG


Mataram, Suaraselaparang, Puluhan warga Lendang Lekong Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram geruduk kantor Lurah Mandalika mempertanyakan SK PLT Kepala Lingkungan Lendang Lekong pada Kamis (23/07)

Warga yang merasa diabaikan oleh pihak kelurahan merasa keberatan dan hendak menyegel kantor Lurah Mandalika karena SK PLT Kepala Lingkungan Lendang Lekong yang diterbitkan pihak Kelurahan tidak dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada warga.
Ketegangan tersebut langsung mediasi Camat Sandubaya, Kapolsek Cakra, Babinsa Koramil 1606-01 Cakra dan berubah dingin.

Namun saat Lurah Mandalika memasuki ruangan situasi kembali memanas hingga Kapolsek Cakra Negara AKP Zaky Maghfur. S.IK., sempat berdiri menenangkan warga yang menuntut SK Plt lingkungan tersebut segera dicabut.

Perwakilan warga lendang lekong Kartono mengatakan bahwa kekosongan pejabat kepala Lingkungan dilendang lekong yang PLTnya diambil alih oleh Lurah Mandalika, namun tanpa koordinasi dengan warga PLT tersebut di PLTkan lagi kepada warga yang dianggap dekat dengan Lurah, (23/07)

“Kepala Lingkungan kami sebelumnya telah meninggal dunia sehingga diPltkan kepada pak Lurah, nah pakLurah justru memOLTkan lagi kepada salah satu warga tanpa sepengetahuan warga yang lain. Sering kali pak Lurah mungkir dating kalau ada undangan dari warga dengan alasan sibuk sehingga kita lakukan aksi demo ini”, ungkapnya usai hearing diaula Kelurahan Mandalika, (23/07).

Camat Sandubaya Lalu Saharudin , S.Sos.,  dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa situasi tersebut akan diambil alih oleh pihak kecamatan untuk menjamin stabilitas kamtibmas dimasa pandemi.

“Panitia formatur Pilkaling Lendang Lekong memang belum kita SK kan karena belum ada pengajuan dari pihak kelurahan sesuai prosedur structural pemerintahan. Kalau sudah ada kita akan godok terlebih dahulu untuk proses penerbitan SK. Untuk menjamin Kamtibmas situasi seperti ini harus kami ambil alih untuk sementara waktu untuk mencegah timbulnya gejolak ditengah tengah masyarakat terlebih lagi masih dalam fase pandemic covid-19”, terangnya.

Lurah Mandalike Yusuf Hidayat Sahidin, S.I.P., diruangannya menjelaskan dihadapan Kapolsek Cakra dan Camat Sandubaya bahwa pihaknya selain sebagai Lurah juga mengambil alih jabatan Kepala Lingkungan Lendang Lekong sebagai PLT untuk sementara waktu sembarai menunggu persiapan Pilkaling. 

Namun sebagai Lurah terlalu banyak kegiatan yang teragenda sehingga harus menunjuk pembantu sebagai petugas pelaksana harian (PLH) lingkungan Lendang Lekong sebagaimana tertuang dalam peraturan Walikota Mataram (Perwal) Nomor : 01 Tahun 2013 Tentang :Mekanisme dan tata cara pembentukan lingkungan dan RT.

“Penunjukan PLH Kaling Lendang Lekong sudah berdasarkan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor : 01 Tahun 2013 karena saya sebagai PLT yang merangkap sebagai Lurah tidak dapat setiap hari hanya focus di Lingkungan Lendang Lekong, selain itu terlalu padat agenda lainnya juga sehingga wajib saya menunjuk pembantu untuk lingkungan Lendang Lekong selaku Pelaksana Harian (PLH) Kepala Lingkungan. Kami sudah meminta susunan panitia yang akan melakukan Pilkaling. Mereka sudah menyusun tim Formatur, namun dalam rapat pembentukan tersebut tidak ada undangan kepadsa kelurahan sehingga dianggap premature”, terangnya sembari menanyakan pihak Bhabinmaspol dan Babinsa Kelurahan terkait tidak adanya undangan kepada pihak Kelurahan.

“Dan Pilkaling tetap kita akan gelar sesuai Protap Covid-19, hanya saja warga terkesan adan memprovokasi bahwa Lurah sudah menetapkan kepala Lingkungan. Sedangkan panitia formaturnya saja masih premature. Setelah panitia Pilkaling definitive sesuai SK, maka panitia formatur tersebut kan harus dibubarkan karena yang akan bekerja hanya panitia pemilihan saja. segala keputusan Lurah adalah rekomendasi dari fihak Kecamatan, dalam hal ini Bapak Camat Sandubaya, dan saya tidak akan membuatkan Surat Perintah Tugas sebelum ada rekomendasi dari Camat ”, imbuhnya


(SS-04)
Previous Post Next Post

Adsense