Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina Jilid III: Gubernur NTB Ingkar Janji, Tak Berani Temui Massa Aksi

Mataram, suaraselaparang - Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina kembali mengutarakan kekecewaan yang  mendalam kepada Gubernur NTB Dr. Zulkiflimansyah saat menggelar demonstrasi jilid III di depan Gedung Kantor Gubernur NTB,  Kamis, (27/08/2020).

Mereka menilai Gubernur NTB sudah ingkar janji, karena sebelumnya Gubernur NTB menyampaikan melalui komentar di salah satu akun resmi KAMMI Bima, jika ia berjanji akan menemui massa aksi pada waktunya.

"Tiga kali sudah kami gelar aksi, tapi batang hidung Pak Gubernur tetap belum kelihatan," cetus massa aksi berteriak.

Kekecewaan yang lebih mendalam juga diutarakan massa aksi. Massa aksi menyebut secara terbuka dan terang-terangan jika Gubernur NTB adalah pemimpin yang hanya bermentalkan sosial media.

"Di medsos tulisan Pak Gubernur panjang, penjelasan dan kata-katanya luarbiasa indah, ceramahnya kesana -kemari, giliran didatangi massa aksi kok Pak Gubernur ciut," sesal salah seorang massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina.

Lebih lanjut massa aksi juga mengungkapkan, bahwa Gubernur NTB telah gagal dalam menjalankan amanat UUD 1945. Sebagai pemimpin mestinya Gubernur NTB mendengarkan secara langsung apa yang menjadi tuntunan dan aspirasi yang disuarakan massa aksi.

"Jika hanya mengklarifikasi di medsos, anak kecilpun jago wahai Pak Gubernur. Kami butuh pemimpin yang berani dan bertanggung jawab, jika ada aksi harusnya Pak Gubernur datang menemui massa aksi. Bukan kabur dan lari terbirit-birit. Jika bapak berbuat demikian, maka jelas NTB memiliki pemimpin bernyali medsos," tandas massa aksi.

Mereka juga menyebut seorang Gubernur setiap harinya bisa berkeliling ke sana ke mari, setiap hari bisa melakukan perjalanan penerbangan sana-sini. Namun ketika mendatangi massa aksi,  Gubernur NTB malah berdalih tidak memiliki waktu. 

Massa aksi juga mengungkapkan kekecewaan kepada Gubernur NTB. Dulu saat pemilu, sikapnya merakyat, blusukan masuk kampung keluar kampung. Bahkan rela digigit nyamuk dengan bermalaman di dusun-dusun terpencil. 

"Keluarlah wahai pemimpin medsos, rasakan panasnya terik matahari yang menyengat, ingat kembali bagaiamana rasanya dulu ketika Anda menjdi aktivis mahasiswa, jangan kemudian ketika sudah menjadi pejabat anda lupa semua itu Pak Gubernur," tegas massa aksi.

Massa aksi juga membawa selembar surat kesepakatan bersama yang harus ditandatangani oleh Gubernur NTB. Sebagai bentuk untuk menguatkan aspirai massa aksi apabila ada oknum-oknum yang menjalin kerjasama dengan negara Zionis agar langsung dicopot dari jabatannya.

Sekitar satu jam lebih massa aksi bergiliran berorasi, Asisten I Gubernur NTB Hj. Baiq Eva akhirnya datang menemui massa aksi. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan kepada massa aksi jika gubernur NTB sedang tidak berada di tempat. 

"Sebagai asisten I Gubernur, saya tidak berani langsung tanda tangan surat yang adik-adik bawa karena memang ini bukan tugas dan ranah saya, tapi kami dari pihak Gubernur terima suratnya. Setiap saat adik-adik bisa menemui saya di ruangan saya, saya stay, terbuka, dan mudah ditemui siapapun," ungkap Eva menenangkan massa.

"InsyaAllah sesegera mungkin surat perjanjian ini kami serahkan ke Pak Gubernur dan memanggil perwakilan adik-adik untuk menyepakati," lanjut Eva

Massa aksi pun memberikan surat tersebut dengan meminta nomer handphone Asisten I Setda NTB sebagai penguat kepercayaan terhadap Pemerintah Provinsi NTB. Tak hanya itu, massa aksi juga berjanji apabila surat tersebut dijadikan sebagai bahan permainan dan kongkalikong oleh pemerintah NTB, mereka akan siap turun ke jalan dengan massa yang lebih besar lagi.


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense