Covid-19 Melanda Ribuan Pekerja Dirumahkan, Disnakertrans: Tingkat Kriminalitas di NTB Tak Setinggi Yang Dikira

Mataram, suaraselaparang, Pandemi Virus Korona membuat pengusaha di Bumi Gora tidak berkutik. Bagi mereka, dampaknya jauh lebih besar dibanding gempa 2018. Beberapa waktu lalu, beredar di sosmed jika ratusan perusahaan dinyatakan tutup akibat pandemi covid-19.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi (Disnakertrans) NTN, Hj. Wismaningsih Drajadiah mengatakan, jika pihak disnakertrans NTB secara data validnya tidak memiliki nama-nama perusahaan yang tutup. Karena semuanya bersifat sementara saja.

"Hari ini dinyatakan tutup, besok buka lagi. Begitu seterusnya yang terjadi, tidak ada penutupan secara permanen semua sementara saja. Mungkin kalau memulangkan karyawan baru ada dan itu karena dampak pandemi, " Terangnya saat dikonfirmasi suaraselaparang.com, senin, (24/08/2020)

Di NTB sendiri, dampak yang paling besar memang dirasakan di bidang pariwisata, ada sekitar 15200 karyawan yang dipulangkan. Yang banyak dipulangkan juga adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di luar negeri. Mengingat NTB juga merupakan salah satu daerah penyumbang (PMI) yang cukup banyak.

"Ada sekitar 1879 orang PMI yang dipulangkan dari luar negeri, itu data yang terinput di Disnakertrans sejak bulan Januari-juni, yang terbaru akan segera menyusul, sebenarnya yang terdaftar sudah habis masa kontraknya mencapai 4222 orang. Namun banyak juga yang melanjutkan kontrak. "jelas Wismaningsih di ruang kerjanya.

Sementara itu kata Wismaningsih, untuk yang di wilayah NTB sendiri, karyawan yang sudah melapor ke Disnakertrans atas tindakan PHK sepihak tanpa memberikan gaji atau tunjangan semestinya yang dilakukan perusahaan berjumlah 110 orang dengan akumulasi 37 perusahan, yaitu (Mataram 19, Lobar 4, Lotim 3, Lombok Utara 8, Sumbawa Barat 1, Sumbawa 1, dan dompu 1 perusahaan)

Sedangkan untuk pekerja yang terdampak covid-19 secara keseluruhan di NTB berjumlah 4253 orang pekerja, dengan akumulasi 598 orang di PHK, 3114 orang dipulangkan (dirumahkan), dan 541 orang yang dikurangi jam kerjanya, " Jelas Wismaningsih lebih lanjut

Adapun untuk mengantisipasi terjadinya kesenjangan sosial akibat dampak pandemi ini, kita bersinergi dengan mendukung Program ekonomi pemerintah, namun tetap pada penerapan protokol kesehatan.

Disnaker tentu tidak bisa sendiri. Maka kegiatan kita adalah dengan cara membuka dan memberdayakan UMKM, IKM kecil seperti, industrialisasi. Tak hanya itu, melaui bansos, pemerintah memberikan dana JPS, BLT baik jaringan sosial dari pemerintah pusat, pemprov, dan pemda kepada masyarakat yang berhak menerima

Alhmdulilah, 120 ribu paket dengan akumulasi per paket 250 Ribu rupiah tersalurkan di program JPS Gemilang selama 3 tahap, "ungkapnya

Selain dengan menghidupkan UMKM lokal dan memberikan bantuan sosial, pemerintah juga mengantisipasi dengan Penguatan pangan lokal, industri lokal, dagang, juga menguatkan kualitas pertanian dengan menanam, panen, pengemasan hingga penjualan itu benar-benar kita berdayakan tenaga kerja kita dengan baik.

Kami dengan program pemprov terus menjalin bekerjasama dengan UMKM dan IKM lokal yang ada. Karena tentu Disnakertrans tidak bisa sendiri menyiapkan lapangan kerja, maka perlu ada yang namanya kerjasama. Alhmdulilah di tahap 1 penyaluran dana JPS melibatkan 200 UMKM, tahap 2 melibatkan 535 UMK, dan tahap 3 melibatkan 4673 UMKM lokal

Semua Dinas melalui program pemerintah benar-benar memanfaatkan UMKM dan IKM loka dengan baik, sehingga walaupun di tengah pandemi Covid angka kriminalisasi pun tidak terlalu tinggi. Termasuk Pengangguran semuanya masih bisa dikatakan sangat minim."tutupnya


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense