Diduga Melakukan Penyelewengan, AMPES-LOBAR Desak Bupati Mencopot Dirut PDAM Dari Jabatan


Giri Menang, Suaraselaparang - Puluhan masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak Lombok Barat (AMPES - LOBAR) menggelar aksi unjuk rasa, terkait Penyelewengan Dana Jasa Lingkungan Retribusi Kebersihan, yang dilakukan oleh oknum-oknum Pejabat PDAM dan Pemerintah Lombok Barat, di depan kantor PDAM dan Kantor Bupati Lobar, Rabu, (05/08/2020)

Dalam aksi tersebut, Daud selaku korlap. Menyampaikan sejumlah aspirasi masa bahwa, "Sebagai Putra daerah Lombok Barat, berdasarkan hasil kajian, kami melihat beberapa persoalan yang terjadi di PDAM Giri Menang dan Pemerintah Lombok Barat. Dugaan Penyelewengan Dana Jasa Lingkungan Retribusi Kebersihan
yang dilakukan oleh oknum-oknum Pejabat PDAM dan Pemerintah Lombok Barat pada tahun 2010-2015 yang merugikan Daerah sebesar Rp.925.000.000/Bulan, " Cetusnya

Ia sesalkan, tarif yang ditagih Per-orang Sebesar 5000 Perbulan. Maka kalau pertahun mencapai 11.100 Miliar Rupiah dari Jumlah 18.500 Pelanggan di Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2010-2015. Ini berarti sudah mencapai triliunan rupiah anggaran dana jasa lingkungan dan Retribusi kebersihan yang belum jelas anggarannya, masuknya kemana sampai saat ini. Kasus ini bukan di Lobar saja melainkan juga di Kota Mataram. "Kami menduga mereka telah melakukan pembodohan dan pembohongan kepada masyarakat, "sesalnya

Lebih lanjut ia menerangkan, jika Dirut PDAM Giri Menang yang katanya akan memberikan diskon 50% kepada pelanggan, tetapi ini semua tidak benar adanya. Maka pertanyaanya kemana saja Anggaran tersebut dipergunakan oleh PDAM Giri Menang?, Anggaran ini dipergunakan untuk apa? dan bagimana sistem pengelolaannya? Kalau memang jelas anggarannya masuk ke aturan PAD itu sendiri.

Terkait dengan pergantian kilometer air selama 5 tahun sekali dan itu tidak pernah dilakukan oleh pihak PDAM selama ini, pelanggan banyak yang kecewa atas tindakan yang dilakukan oleh pihak PDAM Giri Menang selama ini dan jelas dalam peraturan Pemerintah Lombok Barat.Akan tetapi itu tidak pernah dilakukan oleh pihak PDAM, " Aku Daud

Berdasarkan hasil advokasi kami di Lombok Barat dan Kota Mataram yang memakai air PAM, banyak masyarakat yang mengeluhkan pelayanan PDAM Giri Menang, salah satunya terkait dengan air PDAM yang selalu macet dan kotor. Sementara untuk di jual ke masing-masing desa selalu ada dengan harga pertangki mencapai RP. 290.000. Tetapi untuk pelanggan setempat selalu kekurangan dan air.  "Ini adalah kebutuhan pokok bagi seluruh pelanggan khususnya Lombok Barat dan Kota Mataram, " Tandasnya

Atas kasus tersebut, masa aksi  yang tergabung dalam AMPES-LOBAR, Meminta Dirut PDAM Giri Menang dan pemerintah Lombok Barat bertanggungjawab terkait dugaan penyelewengan Dana Jasa Lingkungan Dan Retribusi pada tahun 2010-2015. Meminta Dirut PDAM Giri Menang Bertangungjawab terkait dengan anggaran pergantiaan kilometer yang 5 tahun sekali. Tak hanya itu, masa aksi juga Meminta Bupati Lombok Barat segera mencopot Dirut PDAM Giri Menang karena diduga telah merampok masyarakat Lombok Barat.

Aksi yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut akhirnya membubarkan diri setelah selesai menyampaikan aspirasi. Tidak ada tanggapan secuil pun yang di terima masa aksi, baik dari Pihak PDAM ataupun Pemda Lobar. Namun Massa mengancam kalau tuntutan mereka tidak direspon maka mereka akan tetap turun menyuarakan hal yang serupa lagi.


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense