Hadiri Pelantikan Anggota Baru Satpol PP, Ini Pesan Bupati Lotim

Selong, SUARASELAPARANG - Bupati Lombok Timur H. Sukiman Azmy menghadiri acara pelantikan anggota baru Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Taman Raya Lemor, Suela, Lombok Timur, Sabtu (29/08/2020).

Acara pelantikan tersebut dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti minuman keras (miras) hasil operasi pekat maupun yustisi selama tahun 2020 yang berjumlah kurang lebih 10.000 liter miras.

Kepala Satpol PP Lombok Timur Baiq Farida Apriani, S.Sos. menyampaikan sebelum dilakukan pelantikan, anggota Satpol PP telah mendapatkan pembinaan bidang ilmu dan teknologi (bimtek) secara teknis baik itu dari Polres, bagian hukum, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Kesbangpoldagri), kemudian dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Kemudian untuk peningkatan fisik, di adakan pembinaan khusus selama 2 hari dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Beberapa personil anggota Satpol PP tahun 2019 yang belum mengikuti bimtek, mendapat kesempatan mengikuti bimtek tahun ini, bergabung bersama personil anggota Satpol PP yang masuk pada tahun 2020," jelas Apriani.

Sementara itu Bupati Lombok Timur berpesan kepada Satpol PP yang telah resmi menjadi anggota, supaya hal itu menjadi kebanggan dan semangat ketika menjalankan tugas. Tentunya dalam menjalankan tugas, harus berpakaian lengkap menggunakan seragam Satpol PP.

"Di mana pun Anda bertugas, seragam Satpol PP itu tidak boleh kurang. Tidak boleh Satpol PP itu pakai baju kaos ketika bertugas. Sepanas panasnya udara, seragam tidak boleh lepas, dan harus lengkap, itu catatan dari saya," seru Bupati Lotim.

Beliau pun menegaskan performa Satpol PP itu mencerminkan kepribadian, mencerminkan kebanggaan terhadap korps, sehingga dengan mengenakan seragam lengkap, ada kebanggaan dan rasa tanggung jawab sebagai Satpol PP.

"Saya tidak mau lagi melihat ada Satpol PP yang berjaga menggunakan kaos oblong. Saat menjalankan tugas, harus dengan seragam lengkap dengan baretnya," tegas Bupati Lotim. 

Terakhir beliau menyampaikan Satpol PP merupakan penegak Perda miras. Jika ada anggota Satpol PP yang kedapatan melanggar Perda tersebut, maka anggota Satpol PP tersebut harus dipecat.

"Berhentikan dia dari korps, jika ada anggota Satpol PP honorer yang kedapatan minum-minuman keras. Kalau ASN proses dia, pindahkan ke tempat yang lain," terang Bupati Lotim.

Karena menurut Bupati Lotim, pada dasarnya tidak layak kalau personil yang mengawal perundang-undangan tersebut justru melanggar ketentuan yang seharusnya ia kawal.

( SS-03 )

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense