Kepala PKM Jerowaru,Bantuan Tenaga Kesmas dan Gizi Dari Kemenkes Sangat Membantu


Foto:L.Samsul Bahri Yusuf (Kepala Puskesmas Jerowaru).

Selong,Suaraselaparang-Pada hari sabtu tgl 01/08/20 telah dilakukan penyerahan tenaga Nusantara Sehat(NS) di dinas kesehatan provinsi NTB.Pada acara tersebut,Puskesmas Jerowaru Kec. Jerowaru Kab. Lombok Timur mendapat dua tenaga kesehatan, yakni tenaga Gizi dan Kesmas.

Kepala Puskesmas Jerowaru L.Samsul Bahri Yusuf, saat diwawancarai suara selaparang.com di tempat kerjanya pada senin (3/8/20) menjelaskan, Bahwa bantuan tenaga Nasional Sehat (NS) merupakan program nasional. karna sesungguhnya tenaga Nasional Sehat ini langsung dari kementerian kesehatan.

"Ini program nasional, karna langsung dari Kementerian Kesehatan, dalam rangka menguatkan layanan kesehatan primer melalui peningkatan jumlah sebaran komposisi tenaga kesehatan yang berbasis pada tim, melibatkan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya"jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa jika melihat luas wilayah dan jangkauan wilayah di kecamatan jerowaru dimana tenaga kesmas yang ada hanya 3 orang dan tenaga gizi hanya 2 orang. sementara ada 75 posyandu yang harus diakomodir dan dilayani secara maksimal, maka tambahan tenaga kesehatan khususnya tenaga gizi dan kesmas memang sangat dibutuhkan.

"Sesuai dengan yang dicanangkan oleh pak bupati itu kita butuh satu desa satu tenaga gizi, jadi dengan tenaga yang kita miliki sekarang ini masih sangat kurang"imbuhnya.

Lebih lanjut Samsul Bahri berucap,dengan adanya tenaga tambahan dari kemenkes, pihaknya sangat merasa terbantu. terlebih dua tenaga tersebut sudah memiliki pengalaman di daerah terpencil di luar pulau lombok.

"Alhamdulillah ini sangat membantu,dan kami sampaikan rasa terimakasih kepada kementerian kesehatan"ucap kapus yang dikenal sebagai sosok pekerja tersebut.

Selanjutnya, saat ditanya apakah ia sudah merasa cukup dengan tenaga kesehatan yang ada sekarang,ia menilai, bahwa dari 2 orang dokter umum dan 1 orang dokter gigi masih dirasa kurang. karnanya ia berharap, agar ada penambahan 1 orang dokter umum lagi agar pelayanan di puskesmas jerowaru bisa lebih maksimal.

Di tempat sama,Baiq.Melita,yakni tenaga gizi yang dikirimkan dari kementerian kesehatan yang sebelumnya bertugas di jambi selama 2 tahun tersebut menceritakan pengalamannya selama di jambi.ia berkisah, bahwa dari segi akses,baik akses jalan maupun akses peralatan penunjang kesehatannya relatif masih kurang dibandingkan dengan yang ada disini.

"Seperti pelayanan posyandu misalnya,di sini setengan jam orang kata jauh, tapi kalau di sana bisa sampai 2 jam bahkan 3 jam perjalanan baru nyampe di tempat posyandu"kisahnya.

Melita juga mengungkapkan,bahwa ia akan menerapkan ilmu dan pengalaman yang ia peroleh selama di jambi. salah satunya adalah,ia akan mengajarkan kepada ibu-ibu yang memiliki balita yang memiliki masalah pola makan

"Kita akan ajarkan cara memodifikasi makanan. konsepnya adalah menyesuaikan bentuk makanan sesuai dengan selera sang anak.misalnya sang anak sukanya makan naget, maka beberapa komposisi seperti bayam, daun kelor dan telor bisa dimodifikasi bentuknya seperti naget.ini untuk merangsang selera makan si anak"ujar Melita.

Masih ditempat sama,Multazam tenaga Kesmas yang sebelumnya bertugas di Provinsi Sulawesi tenggara.ia juga berbagi kisah pengalamannya selama bertugas disebuah pulau di kabupaten mona yang menurutnya memiliki perbedaan yang sangat mencolok dengan ditempat tugasnya yang sekarang.

Ia mengisahkan,saat bertugas di posyandu misalnya, ia dituntut untuk lebih kreatif dalam mengedukasi masyarakat agar memiliki kesadaran tinggi tentang kesehatan.

"Disana itu dulu saya menggunakan proyektor, kita mengedukasi masyarakat itu dengan memainkan sebuah film, itupun kalau di tempat posyandu ada listriknya, tapi kadang-kadang kan tidak ada listriknya.maka disitu kita dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif lagi"tutup Multazam mengakhiri.

(ss-01)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense