Kunjungi Lansia Korban Gempa Tahun 2018, Staf Ahli Bupati Zaini Akui Terharu

Selong Suaraselaparang.com- Di penghujung Bulan Kemerdekaan, Staf ahli Bupati Lombok Timur Zaini diluar jam tugasnya mengunjungi sejumlah warga lanjut usia (lansia) yang terkena dampak gempa bumi tahun 2018. Salah satunya ke rumah Kakek Denin (90) di Dusun Loang Tuntel, Desa Pringge Jurang, Kecamatan Montong Gading. Senin 24 Agustus 2020

"Saya sangat terharu melihat kondisi masyarakat bawah seperti ini. Asalkan saya sempat, saya ingin selalu membantu masyarakat kurang mampu, seperti untuk para lansia ini, walau harus menggunakan uang pribadi saya. Dengan langsung turun seperti ini berbaur dengan masyarakat langsung terutama lansia yang kondisinya sangat memperihatinkan," ungkap Zaini, Senin (24/08/2020).

Kakek Denin selama ini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Tinggal dalam rumah yang hanya terbuat dari papan triplek ditengah lokasi yang dihimpit perkebunan. Beliau mempunyai seorang cucu yang masih kecil dan di tanah milik cucunya tersebut beliau mendirikan gubuk kecil yang jauh dari kata Layak Huni.

"Tapi dia masih kecil belum bisa mencari uang untuk kami. Yang tinggal di sini," cerita Denin.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, Denin hanya mengandalkan belas kasihan dari tetangga sekitarnya.

"Beruntung ada komunitas pemuda yang dimotori oleh Fathir bersama remaja dusun Loang Tuntel Desa Pringge Jurang Kecamatan Montong Gading yang selalu peduli terhadap mereka dengan selalu menyisihkan sebagian rejeki untuk dibagikan kepada pasangan lansia ini. Di tengah pandemi semuanya terasa sulit apalagi dengan umur saya yang sudah tidak lagi muda, dulu bisa berjualan kayu bakar atau sayur mayur, sekarang sudah tidak kuat lagi tubuh ini, untung Fathir dan teman-temannya masih peduli. Mereka anak muda yang baik, mengirim makanan setiap hari. Jumlahnya sudah cukup untuk makan tiga kali," ujarnya.

Kediaman Denin semenjak gempa bumi ditahun 2018 masih juga belum mendapatkan perhatian dari pihak pemerintah. Masih dalam kondisi tak layak huni dinding yang hanya terbuat dari potongan papan sederhana. Lantainya juga masih berlantaikan tanah.

"Alhamdulillah, kami tinggal dengan aman dan nyaman. Walaupun saat hujan kadang atapnya bocor," akunya dengan berbahasa khas Suku Sasak, suku asli Lombok.

Dalam kesempatan itu, Zaeni mengajak masyarakat untuk memperhatikan tetangga sekitarnya yang kurang mampu.

"Sebelum sedekah di tempat lain, pastikan tetangga sekitar tidak ada yang kekurangan," pinta Zaeni.

Selain mengunjungi kediaman Denin, di tempat yang sama, Zaeni juga berjanji kepada beberapa anak yatim di lingkungan desa tersebut untuk diberikan seragam sekolah. "Dalam dua hari kedepan saya akan berikan kalian Seragam Sekolah," ujar Zaeni.
Zaeni kemudian memimpin doa bersama diamini oleh para lansia dan warga yang menyambut kunjungan Zaeni.
Ss-06

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense