Masih Menjadi Atensi Pemerintah, Kasus Dugaan Penyelewengan Anggaran Dana Covid-19 Terus Diselidiki



Mataram, Suaraselaparang - Diduga dana bansos covid-19 banyak mengundang teka-teki dan pertanyaan di seluruh kalangan masyarakat. Sehingga masyarakat pun sejauh ini terus mendesak pihak yang berwewenang untuk mengusut tuntas dugaan indikasi penyelewengan anggaran tersebut.

"Kami membenarkan, sejauh ini memang sudah ada 8 kasus pengaduan dari masyarakat akan penyelewengan dana bansos Covid, " Kata  Kasubdit 3 Krimsus Polda NTB, Kompol Haris Dinzah SH, SIK, MH. Saat dikonfirmasi Suaraselaparang, Selasa, (04/08/2020)

"Ke-8 kasus tersebut diantaranya adalah, 4 kasus di Loteng, 1 di Dompu, 1 di Sumbawa, 1 di KSB, dan satunya lagi masih kurang jelas saya ingat, " Tuturnya. Yang jelas, 6 diantaranya masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan 2 kasus sudah naik ke tingkat penyidikan, "ungkapnya.

"Pada prinsipnya kami penegak hukum , upaya penindakan adalah upaya terakhir, kita tetap kawal, monitor dan awasi agar penyaluran anggaran tsb harus tepat sasaran, tepat waktu dan tepat manfaat nya.Dan bagi oknum oknum yang memiliki niat jahat untuk menyelewengkan saya ingatkan jangan sekali kali berbuat kita akan tegakkan  dan tidak akan tebang pilih, ini merupakan kegiatan kemanusiaan ditengah musibah pandemi covid 19" Tuturnya

"Kalaupun berbicara maslah nominal yang diselewengkan, ya kami belum berani menyebutkan berapa, masalahnya ini masih dugaan, " Imbuhnya

"Kalau di polda 1 sidik dan 1 sudah ditetapkan sebagai tersangka, Sisa yang 6 kasus ini tentu kami dan jajajran akan lebih maksimal lagi untuk melakukan penyelidikan atas dugaan indikasikan yang diajukan masyarakat, "lanjutnya

Haris mengatakan, sejumlah informasi yang diterima kebanyakan berkaitan dengan program bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat terdampak pandemi COVID-19.

"Tapi informasinya masih perlu kita dalami lagi. Jadi secara 'voltooid', yaitu secara nyata, untuk bukti suatu perkaranya, kami belum temukan, "kata Haris.

Sejumlah Informasi penyelewengan yang diperoleh dari jajarannya dan masyarakat,  berkaitan dengan produk jaring pengaman sosial (JPS), khususnya yang berasal dari Pemerintah Provinsi NTB, yaitu JPS Gemilang. Selain produk, ada juga berkaitan dengan penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran.

Meskipun Haris melihat informasi tersebut masih mentah, namun dia pastikan bahwa pihaknya terus mencari bukti kebenarannya di lapangan.

"Tetap kita tindak lanjuti informasi itu, dengan melakukan puldata-puldata (pengumpulan data)," ucap dia.


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense