Masyarakat Jenuh di Rumah Saja, Wisata Mangrove Jadi Sasaran Rekreasi

Giri Menang, suaraselaparang, Pariwisata Lombok Barat (Lobar) mulai bangkit kembali. Setelah beberapa bulan ditutup akibat wabah Covid-19, sejumlah destinasi wisata kini mulai dibuka. Salah satunya adalah kawasan wisata mangrove yang ada di Desa Sekotong Tengah Kecamatan Sekotong. Warga yang telah jenuh di rumah karena korona juga mulai keluar berlibur.

“Kami sudah mulai membuka kawasan wisata ini. Sejak dibuka sampai sekarang (kemarin) Alhamdulillah selalu ramai. Dari pagi sampai malam,” ujar Kepala Desa Sekotong Tengah, Lalu Sarapudin, kemarin, (14/08/2020).

Wisata Magrove Sekotong Tengah yang rampung dibangun sejak Februari lalu dibuka mulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita. Setiap hari, ratusan pengunjung datang ke tempat ini. Mereka berasal dari wilayah Lobar, Mataram, Lombok Tengah hingga Lombok Utara.

“Kalau terlalu lama kami diamkan dan tidak dibuka karena pandemi Korona ini, khawatirnya jembatan kayu dan tempat yang sudah kami bangun di sini rusak,” ujar Kades dua periode ini.

Setiap pengunjung yang datang diminta menerapkan protokoler Covid-19. Mereka harus menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. tapi, karena banyaknya pengunjung yang datang, Kades mengaku kadang wisatawan sulit diatur.

“Kami sudah sediakan tempat cuci tangan, nanti juga kami akan jual masker di depan. Setiap pengunjung yang datang nanti wajib pakai masker, kalau mereka tidak bawa dari rumah bisa beli di sini,” jelasnya.

Kawasan wisata Mangrove Sekotong Tengah memiliki daya tarik jembatan kayu yang membelah hutan mangrove. Jembatan kayu sepanjang 300 meter lebih ini dibangun dari anggaran dana desa sebesar Rp 710 juta sejak November 2019 lalu.

Selain jembatan kayu, ada juga warung yang dibangun di tengah laut menjadi daya tarik wisatawan. “Nanti kami di sini akan jual menu khas laut Desa Sekotong Tengah, ada sate kerang, ikan bakar, dan lainnya,” jelas Sarapudin.

Dibukanya wisata Mangrove Sekotong Tengah ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat setempat. Mereka bisa berjualan makanan, jagung bakar, snack, minuman hingga parkir. “Kalau parkir include dengan tiket masuk Rp 3 ribu saja,” terang Sarapudin.

Sementara salah seorang pengunjung kepada suaraselaparang mengaku sangat senang mengunjungi lokasi wisata ini. Ayu, warga Gunungsari bersama temannya Denda Novita dan Ulfa warga Mataram mengaku sudah lama merencanakan datang ke sini. “Saya tahu tempat ini dari media sosial. Tempatnya bagus,” ujarnya.

Mereka menilai banyak spot foto yang menarik di lokas wisata mangrove ini. Ditambah, tempatnya yang indah dan tidak terlalu sulit dijangkau. “Cuma mungkin perlu dikembangin lagi untuk kulinernya lebih banyak menyediakan makanan khas laut. Kerang, atau menu khas di sini,” ujar Ayu bersama teman-temannya.



(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense