Patroli Rutin Satpol PP Lombok Timur Amankan 2000 Liter Miras


Selong, suaraselaparang – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lombok Timur melaksanakan program patroli rutin untuk memberantas beredarnya minuman keras (miras) yang kerap meresahkan warga. Dari hasil patroli tersebut, Satpol PP Lotim berhasil mengamankan lebih dari dua ribu liter minuman keras berjenis tuak nira dan brem.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Lalu Abdullah Purwadi, S. Stp, MM menjelaskan program patroli rutin yang dilakukan setiap hari oleh anggota Satpol PP Lombok Timur berhasil menyita miras yang didapatkan dari tempat-tempat yang berbeda yaitu di Jenggik, Gelora, Lendang Nangka, Rempung, dan Sekarteja.

“Dari hasil Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) sejak tanggal 27 juni 2020 sampai sekarang, kami mengamankan sekitar dua ribu liter lebih miras jenis tuak nira dan brem. Kami juga mengamankan 5 buah sepeda motor dan 2 buah mobil yang digunakan pelaku untuk mengedarkan miras tersebut,” terang pria yang akrab disapa Lalu Wadi ini.

Lalu Wadi juga menambahkan, kendaraan yang diamankan nantinya akan digunakan sebagai bukti karena menurutnya miras dan kendaraan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dilepaskan. Sehingga pada saat dilakukan sidang, otomatis kedua barang bukti tersebut merupakan acuan dari pengadilan untuk memberikan sangsi yang diberikan kepada pelanggar. 

“Di Lombok Timur, saat kami melakukan patroli di lapangan, mayoritas ada dua pelanggaran Perda yang sering kami temukan, yaitu Perda No. 8 Tahun 2002 tentang larangan memproduksi, mengedarkan, menjual, dan meminum minuman keras, dan Perda No. 4 tahun 2007 tentang ketentraman dan ketertiban umum,” terang Lalu wadi.

Di samping itu, Lalu Wadi menyampaikan dari hasil introgasi dari para pelaku, minuman keras tradisional jenis brem tersebut dibuat di beberapa tempat di Lombok Timur. Sedangkan minuman keras jenis tuak nira banyak didatangkan dari wilayah Kabupaten Lombok Barat khususnya di daerah Narmada, Punikan, Karang Bayan, dan Peninjauan.

Kini, para pelaku hanya tinggal menunggu jadwal sidang, sedangkan barang bukti berupa miras tersebut  direncanakan akan di musnahkan beberapa hari setelah pelaku di sidang. 

Terakhir Lalu Wadi menyampaikan Peranan Satpol PP untuk menciptakan atau mengkondisikan suasana tentram dan tertib di masyarakat tidak lepas dari adanya peran serta dari masyarakat. Ia pun mengaku saat ini, Satpol PP masih memiliki keterbatasan dengan personil dan juga sarana dan prasarana mengingat wilayah Kabupaten Lombok Timur sangat luas.

“Peran serta dari masyarakat itu sangat kami butuhkan untuk menunjang pelayanan kami kepada masyarakat, bersama masyarakat kita bisa memerangi miras dan menjadikan Lombok Timur bebas miras” tutup Lalu Wadi.

(SS - 03)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense