Pelecehan Agama Semakin Marak Terjadi, MUI: Pihak Berwenang Mesti Tegas Tegakkan Sanksi

Mataram, Suarselaparang, Beberapa hari lalu pengguna Media massa diributkan dengan hadirnya sosok pemuda yang mengaku bangsawan kelas kakap di Lombok. Tingkahnya dalam beberapa postingannya menunjukkan jika dirinya tengah melakukan pelecehan terhadap Agamanya sendiri Agama islam.

Ia mengku dengan ringannya jika rukun iman itu bisa jadi 7 , di mana yang ke-7 olehnya adalah tentang perbudakan pembantu yang diperolehkan (boleh perkosa pembantu). Dalam postingan yang sama, ia juga mengatakan jika kata Takbir itu diganti dengan takebir yang artinya Ambil Bir.

Menyikapi hal tersebut, Ketua MUI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Prof. H. Saiful Muslim, MM. Menegaskan jika pihaknya sudah melihat kejadian tersebut, dan membenarkan akan adanya pelecehan yang dilakukan oleh salah satu warga sasak yang mengaku keturunan bangsawan tok, dan lahir dari agamawan ternama. 

"Itu benar adanya, dan kami sangat geram atas tingkahnya, " Ucap Saiful Muslim saat dikonfirmasi suaraselaparang di kediaman beliau, jum'at, (07/08/2020).

Saat ditanya nama lengkap dan alamat pelaku, Saiful Muslim enggan menyebutkan namanya, "yang jelas dia orang sasak mengaku anak bangsawan, orang agamawan, " Cetusnya

Dalam hal begini semua pihak boleh melapor, tidak mesti memandang apa jabatannya. Semua pihak boleh melapor dan sudah ada pihak yang melapor dan sedang dalam pencarian. MUI provinsi NTB kepada pihak yang berwenang juga menegaskan, jika hal yang demikian mesti diusut tuntas, tangkap, adili, dan hukum pelakunya. Supaya tidak ada lagi yang namanya Penista Agama di tanah air ini.

Apalagi yang kita ketahui bersama jika NTB, terutama Lombok ini kan terkenal dengan agamais, menjunjung tinggi nilai-nila agama, serta taat terhadap aturan-aturan agama. Maka hal yang berbau melecehkan, "Kami dari MUI sangat mengecam keras tindakan itu, " Tandasnya

"Pihak kami juga sudah melaporkan ke pihak yang berwajib untuk segera mencari pelaku penista agama dalam unggahan di media massa, setelah itu kami juga meminta agar pihak yang berwajib menegakkan keadilan dengan cara kenakan dia dengan pasal Penistaan agama, "Tegasnya kesal

Sama halnya dengan beberapa kegiatan pernikahan yang bermahar sendal jepit, uang 1000, nikah 2 istri sekaligus, dan nikah bermahar telur. Itu semua sudah harus diusut tuntas. Saiful Muslim mengaku, jika tindakan tersebut juga baginya adalah bagian dari pelecehan agama.

"Orang non muslim saja, yang melakukan tindakan pelecehan terhadap agama islam dijerat hukum, apalagi orang-orang ini yang sudah jelas-jelas ber-Agama islam. Maka tentu, sebagai orang yang paham agama sendiri mestinya tindakan-tindakan tersebut tidak dilakukan, "sesalnya

Sebagai jalan menempuh keadilan supaya tidak ada lagi tindakan yang serupa terjadi kedepannya adalah dengan cara memberikan mengedukasi mereka dan memberikan sanksi sesuai pasal-pasal UU yang berlaku, " Tegasnya


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense