Pemerintah Desa Loyok Gelar Musdes Bahas RKPDes Tahun Anggaran 2021

Selong, suaraselaparang - Dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pembangunan yang merata di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Pemerintah Desa Loyok menggelar musyawarah desa (musdes) untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun anggaran 2021, Kamis (6/8/2020).

Musdes berlangsung mulai sekitar pukul 09:30 sampai 11:30 WITA dan dilaksanakan di Aula Kantor Desa Loyok. Selain penyusunan RKPDes, musdes juga telah diagendakan sebagai wahana untuk menghimpun gagasan/usulan yang disampaikan dari masing-masing kepala dusun.

Saat diwawancarai suaraselaparang.com, Sekretaris Desa Loyok M. Isnaini, S. Kom menyampaikan di masing-masing wilayah Dusun Loyok, sebelumnya sudah melakukan musyawarah dusun (musdus), sehingga semua usulan masyarakat, setidaknya sudah tertampung, baik itu usulan yang berkaitan dengan infrastruktur, pemberdayaan mapun pembinaan. Beberapa usulan yang sudah tertampung  dimusdus, sebagian juga telah dimasukkan ke Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) untuk jangka waktu 6 tahun.

“Di RPJM desa ini kebetulan kita bahas hari ini untuk tahun 2021, mungkin kalau ada usulan-usulan dari masyarakat yang belum masuk di RKPDes 2021, mungkin masuk di RKPDes tahun 2022, 2023 atau 2024. Jadi kita mendahulukan usulan dengan skala prioritas terlebih dulu,” terang Isnaini.

Ia menambahkan, sebagian program infrastruktur RKPDes 2021 diambil dari RPJMDes tahun 2020, karena ada beberapa program yang pengerjaannya belum selesai akibat terkendala dengan Covid-19, sehingga sebagian anggaran untuk infrastruktur ditunda dan dialihkan ke penanganan Covid-19. Selain itu, Isnaini menyebutkan pada tahun 2020, ada 3 dusun yang bisa kerjakan untuk program infrastruktur penataan lingkungan yaitu Dusun Mangkling, Dusun Loyok dan Dusun Dasan Reban.

“Sebagai ketua tim penyusunan RKPDes 2021, saya berharap hasil musdes bisa kita sepakati bersama baik untuk anggaran pembangunan infrastruktur, anggaran pembinaan karang taruna, anggaran pembinaan ibu-ibu kader, dan ibu-ibu rumah tangga,” jelasnya.

Isnaini juga berharap untuk program pembinaan nantinya banyak pelatihan-pelatihan yang  bisa laksanakan di tahun 2021, baik itu berkaitan dengan desa wisata maupun kerajinan, khususnya kerajinan anyaman bambu dan gerabah yang ada di Dusun Loyok bisa dibangkitkan kembali. 

“Jadi untuk RKPDes 2021, kita tidak terkesan fokus di bidang infrastruktur saja, tapi kita bisa berharap anggaran bisa kita alokasikan untuk pemberdayaan, pembianaan maupun yang lainnya untuk membangkitkan kerajinan anyaman bambu yang ada di Desa Loyok yang terkenal sampai mancanegara,” tutupnya.

( SS-03 )
Previous Post Next Post

Adsense