Pemprov NTB Jalin Kongsi Dagang Dengan Israel, Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina: Awas NTB Kena Adzab!


Mataram, suaraselaparang - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kantor Dinas Perdagangan NTB, Senin, (24/08/2020).

Adapun organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam aliansi tersebut adalah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Forum Silaturahmi Mahasiswa Pemuda Loteng (FORMULA), Gerakan Mahasiswa Islam (GAMAIS) Bima, dan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Islam (IKAPMI) Dompu. Dalam aksi unjuk rasa itu, mereka menolak tindakan Pemerintah Provinsi NTB yang melakukan ekspor ke Israel.

Dalam salah satu tuntutannya, massa aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina ini mendendesak Kadis Perdagangan NTB beserta Jajarannya untuk meminta maaf secara resmi ke seluruh masyarakat NTB dan segera bertaubat atas segala bentuk perbuatan yang  dinilai bisa menyakiti hati umat Islam, khususnya rakyat Palestina.

Tak tanggung-tanggung, dalam orasinya mereka mengutuk sikap Pemerintah Provinsi NTB, khususnya Dinas Perdagangan NTB atas tindakan mengekspor hasil produk NTB ke Israel. 

Koordinator Lapangan 1 Aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina, Mukmin meminta dengan tegas agar Pemerintah Provinsi NTB tidak melakukan ekspor komoditas ke Israel, dan memutuskan segala bentuk hubungan kerjasama baik secara bilateral maupun non bilateral.

"Kami meminta Pemerintah Provinsi NTB agar tidak lagi melakukan ekspor ke Israel. Stop ekspor produk UMKM NTB ke Israel dan putuskan segala bentuk hubungan kerjasama dengan Zionis Israel laknatullah," ujar Mukmin.

Hal senada juga disampaikan Koordinator Lapangan 2 Aksi Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina, Safti menyebut Pemerintah Provinsi NTB tidak boleh menjalin kerjasama apapun dengan Israel karena bertentangan dengan amanat Pembukaan UUD 1945.

"Intinya dengan alasan apapun, tetap haram hukumnya NTB menjalin kerjasama dengan Israel, karena bagi kami, itu tidak sesuai dengan amanat yang terkandung dalam Pembukaann UUD 1945," tandas Safti.

Massa aksi unjuk rasa menyerukan kepada seluruh masyarakat NTB dan lembaga kemanusiaan untuk sama-sama mengawal kemerdekaan rakyat Palestina. Masyarakat pun diminta tidak mendukung Pemerintah Provinsi NTB dalam hal ini Dinas Perdagangan NTB yang tengah ‘bermesraan’ menjalin kongsi dagang dengan Israel.

PW KAMMI NTB bagian Kebijakan Publik Liga Ayun juga menambahkan apabila kerjasama NTB-Israel itu dibiarkan terus-menerus, maka dikhawatirkan NTB akan mendapat adzab berupa bencana lagi. Liga menilai dari sudut pandang agama Islam, karena adzab dapat diturunkan akibat ulah zalim kepada saudara sesama muslim di Palestina, salah satunya dengan melakukan kerjasama dengan Israel.

“Tidakkah kalian takut dan jera terhadap bencana yang menimpa kita beberapa waktu lalu? Jika Allah SWT murka, bukan kalian saja yang akan merasakan adzabnya, tapi seluruh masyarakat NTB. Maka tolong, hindari hal tersebut wahai para pemangku kebijakan," tandas Liga. 

Menindaklanjuti tuntutan massa aksi, Kepala Dinas Perdagangan NTB, H. Fathurahman, M.Si pun menemui masa aksi. Ia mengaku jika pihaknya juga kini sedang melakukan pengawalan terhadap isu kerjasama yang dimaksud massa aksi.

"Karena kita juga di NTB tidak tahu menahu akan hal itu. Tiba-tiba kami juga mendapatkan laporan dari Menteri Perdagangan jika komoditas dari NTB di ekspor ke Israel. " jelasnya.

Fathurahman pun menyebutkan bahwa pihaknya memiliki ‘nafas dan semangat’ sama dengan tuntutan Aliansi Mahasiswa Peduli Palestina yang mengharamkan NTB melakukan kerjasama dengan Israel.

"Napas dan semangat kita juga sama, bawah kami juga mengutuk dan mengharamkan NTB untuk kerjasama dengan Israel," tandasnya.

Ia pun secara jujur mengakui bahwa secara teknis, ia dan pihaknya tidak tahu pelaksanaan kerjasama NTB-Israel. Ia hanya menerima ekspos surat baru dari Menteri Perdagangan RI. Menurutnya, jika dari awal pihaknya mengetahui adanya perjanjian kerjasama ekspor produk NTB ke Israel, tentunya ia dan pihaknya akan menolak tindakan tersebut. 

"Jadi kita semua sama, yaitu sama-sama mengutuk dan mengharamkan NTB kerjasama dengan Israel. Mohon maaf, bukan kami apa-apa, kami sampaikan jika pihak kami juga sering memberikan sumbangan kepada Palestina, " aku Faturahman.

Merespon tanggapan tersebut, massa aksi kemudian meminta Kepala Dinas Perdagangan NTB untuk membuat perjanjian bersama. Surat perjanjian bersama itu kemudian ditandatangani sebagai bentuk kesepakatan untuk mengawal dan terus mengawasi setiap kebijakan yang diambil Pemerintah Provinsi NTB serta sepakat secara bersama-sama untuk memastikan tidak ada lagi produk NTB yang di ekspor ke Israel.

(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense