Perang Lawan Covid-19, Sekda Lombok Timur: ASN Harus Menjadi Teladan

Selong, suaraselaparang – Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik memimpin apel pagi gabungan di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (24/08/2020). Apel tersebut dilaksanakan menyusul terbitnya Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6, tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan dan Pengendalian Covid-19, yang ditindaklajuti dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri no. 4 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Penyusunan Peraturan Kepala Daerah Dalam Rangka Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Daerah.

Dalam amanatnya sebagai Pembina upacara, H. M. Juaini Taofik menjelaskan Kabupaten Lombok Timur pada Jumat lalu (21/08/20) telah menerima penghargaan sebagai Gugus Tugas Terbaik se-NTB dalam penanganan Covid-19.  Penghargaan pun diserahakan langsung oleh Gubernur NTB selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB di Lapangan Gajah Mada Mapolda NTB. Predikat ini diraih dalam kategori Administrasi Pelaporan Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi NTB.

Namun, penghargaan itu menurut Sekda Lotim harusnya tidak menjadikan Gugus Tugas Lombok Timur jemawa, karena tujuan utama bukan untuk meraih penghargaan semata, melainkan untuk melaksanakan tugas pengendalian Covid-19 dengan baik.  Menurut Sekda Lotim, kapasitas layanan kesehataan menjadi salah satu ukuran keberhasilan pengendalian tersebut. Tak pelak, kesigapan tim dan keberadaan RSUD R. Soedjono dan RSUD Lombok Timur dianggap sebagai tulang punggung yang menopang penanganan Covid-19 sehingga tidak terjadi outbreak.

Lebih lanjut, Sekda Lotim pun menyebut dalam menindaklanjuti Instruksi Mendagri no.4 tahun 2020, ia telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Lombok Timur dan Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy.

Dari hasi koordinasi itu, ada tiga (3) poin penting yang menjadi prioritas Pemda Lotim dan Bupati Lotim, yakni (1) seluruh mobil dinas, mulai dari mobil dinas Kepala Daerah sampai jabatan administrator wajib memasang stiker “Patroli Covid-19”. (2) seluruh pejabat pimpinan tinggi pratama harus memastikan stiker tersebut sudah dipasang hingga paling lambat Rabu (26/08/20), jika ada yang belum memasang stiker hingga batas waktu yang ditentukan maka kendaraan dinasnya akan dicabut tanpa alasan. Lalu (3) seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bertugas untuk mengingatkan pelaksanaan 4M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan Menghindari kerumunan).

Sekda Lotim menyebut tiga (3) poin itu merupakan sebagai bentuk penegakan disiplin. Ia menegaskan pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrastor sudah seharusnya memberikan keteladanan, sebab inti dari kepemimpinan adalah keteladanan.

Terakhir Sekda Lotim mengingatkan bahwa kegiatan-kegiatan besar yang melibatkan banyak orang dalam era new normal dapat dilaksanakan setelah mendapat izin kepolisian dan Gugus Tugas sesuai skala/lingkup kegiatannya. Ia pun menyebut nantinya akan ada program ASN Peduli Covid-19 (APC) yang bertugas mengingatkan seluruh masyarakat yang ada di sekitar domisilinya untuk penegakan pelaksanaan 4M. Priorotas utama dari program APC ini adalah desa/ kecamatan yang masih memiliki kasus Covid-19.

Saat ini di Kabupaten Lombok Timur, jumlah desa yang masih memiliki kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sekitar 34 (13,3%) dari 254 desa yang ada. Akan tetapi jika melihat dari pendekatan jumlah kecamatan, persentasenya masih cukup besar yaitu 14 (66,6%) dari total 21 kecamatan. Oleh karenanya, dibutuhkan perhatian dan kepedulian semua pihak, termasuk ASN sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat.

Sekda Lotim pun berharap, berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak, sebelum tahun 2020 berakhir, pandemik Covid-19 sudah dapat dikendalikan dengan aman dan baik.

(SSTV-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense