Rencana Belajar Tatap Muka di Tunda,Ini Penjelasan Kadis DIKBUD Lotim

Selong,Suaraselaparang-Menjaga kualitas pendidikan menjadi tantangan nyata ditengah berlangsungnya pandemi covid-19. Proses belajar mengajar yang semula dilakukan melalui interaksi langsung antara pendidik dan peserta didik kini tidak dapat lagi dilakukan.

Proses belajar langsung secara tatap muka di ruang kelas (Luring) harus dibatasi bahkan ditiadakan sama sekali demi mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.akibatnya, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pun harus dijalankan dengan menggunakan sistem belajar jarak jauh melalui jaringan internet atau Daring.

Namun sistem belajar jarak jauh (Daring) tersebut dinilai tak epektif, bahkan di lombok timur sendiri hampir jarang ditemui.hal itulah yang disayangkan oleh bupati Lombok Timur HM.Sukiman Azmy yang disampaikannya kepada awak media beberapa waktu lalu yang kemudian berencana untuk membuka sekolah-sekolah di Lombok Timur pada tanggal 8 agustus ini.

Namun rencana itu urung dilaksanakan dikarenakan kasus disease covid-19 di Lombok Timur tak kunjung mereda.demikian kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis-Dikbud) Lombok Timur Ahmad Dewanto saat ditemui oleh suara selaparang.com di ruang kerjanya pada jum'at (7/8/20) di selong.

Dewanto berujar, Terkait rencana belajar dengan tatap muka tanggal 8 Agustus ditunda pelaksanaannya dan diperpanjang sampai 27 Agustus mendatang."Edaran perpanjangan masa belajar di rumah diperpanjang sampai 27 Agustus mendatang.Bapak Bupati menyampaikan rencana pembukaan sekolah pada tanggal 8 Agustus itu dengan beberapa catatan dan pertimbangan, yakni jika pasien terkonfirmasi positif covid-19 menurun atau nol.sehingga pada hari rabu yang lalu saya menghadap memberikan pertimbangan ke beliau disertai penjelasan regulasi SKB 4 menteri"ujarnya.

Ia menyebut,bahwa Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri itu yakni, Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 01/KB/2020, Menteri Agama Nomor 516 Tahun 2020,Menteri Kesehatan Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 440-882 tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa pandemi corona virus disease 2019 (covid-19).

"Sesuai dengan panduan dalam SKB 4 Menteri yang menyebutkan belum bisa dilakukan pembelajaran tatap muka di Agustus ini,serta memperhatikan Surat Edaran (SE) Gubernur NTB Nomor 420/3320.UM/Dikbud per tanggal 7 juli 2020, dan beliau (Bupati) setuju untuk perpanjangan masa belajar di rumah"sebut dewanto.

Selanjutnya, Kadis Dikbud Lotim yang baru dilantik 2 pekan tesebut mengungkapkan, bahwa pihaknya sedang mempersiapkan protokol kesehatan pencegahan penularan covid-19 serta akan melaksanakan simulasi di beberapa sekolah di Lombok Timur, meski ia mengakui belum menentukan di sekolah mana saja simulasi akan dilaksanakan.

"Kami sedang siapkan protokolernya,Insyaalloh ada simulasi nantinya"tutup dewanto mengakhiri.

(ss-01)
Previous Post Next Post

Adsense