Upara Peringatan HUT ke-75 RI di Kec.Sakra Secara Sederhana Namun Penuh Khidmat

Selong,Suaraselaparang-Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia atau HUT ke-75 RI di Kecamatan Sakra nampak berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya.jika pada tahun-tahun sebelumnya,upacara peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diadakan di Lapangan Gora Sakra,namun kali ini diadakan di depan halaman kantor camat Sakra dengan jumlah peserta yang juga dibatasi mengingat wabah pandemi covid-19 masih belum mereda.

Upacara bendera dihalaman kantor camat sakra dimulai tepat pada pukul 08.00 wita.pada acara tersebut,camat sakra Ahmad Subhan,SH bertindak langsung selaku inspektur upacara yang berlangsung khidmat dan lancar.

Ahmad Subhan saat diwawancarai oleh awak media usai upacara mengatakan,bahwa sudah ada Surat Edaran (SE) Bupati terkait upacara pngibaran bendera,tentunya dengan memperhatikan protokol pencegahan covid-19 dimana pada masa pandemi ini upara lebih disederhanakan serta membatasi jumlah peserta.

"Pesertanya dari pasukan TNI,pasukan POLRI,dari staf-staf UPTD kecamatan,kemudian ada utusan dari SMA1 Sakra,SMK1 Sakra,SMK3 dan MA-IC,kemudian dari perwakilan guru,pengawas sekolah dan para kepala sekolah serta dari staf kecamatan sendiri"rincinya.

Subhan menambahkan,dimana pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-75 RI pada tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang begitu ramai dengan berbagai macam lomba,dimana para pemuda yang ada di seluruh kec.sakra mengadakan berbagai macam lomba dalam memeriahkan HUT-RI.

"Kemarin juga banyak sekali dari teman-teman pemuda meminta untuk mengadakan berbagai macam lomba dan kegiatan dalam memeriahkan peringatan HUT-RI,namun karna aturan pencegahan covid-19 sehingga tidak kita laksanakan"ucap camat yang dikenal rajin turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakatnya ini.

Selanjutnya ia berpesan,agar para pemuda khususnya para pemuda yang ada di kecamatan sakra untuk menjadi pemuda yang mandiri dan kreatif.karna bagaimanapun,kemandirian itu adalah hal yang utama dalam mengisi kemerdekaan,tanpa kemandirian kemerdekaan tidak bisa kita isi dengan maksimal.

"Tanpa kemandirian,kita tidak akan bisa mengisi kemerdekaan dengan maksimal.artinya ketika kita tidak memiliki pekerjaan misalnya,maka kita akan tetap menjadi beban negara.tapi ketika kita sudah bisa mandiri maka kita bisa mengisi kemerdekaan itu dengan segala potensi yang ada pada diri kita sesuai dengan profesi masing-masing"ujarnya.

Terkait potensi yang dimiliki oleh masyarakat,terutama para pemuda yang ada di kecamatan sakra,subhan menganalogikannya sebagai sebuah mutiara.mutiara itu harus digali dan diolah segala potensinya hingga dia menjadi mutiara yang cemerlang,subhan berkisah,ia kemudian menyebut beberapa nama yang kini mulai dikenal banyak orang dan juga mengenal hasil-hasil karyanya yang sudah mendunia.

"Satu contoh misalnya si Wira Hadi atau yang akrab disapa Wir Gitar,dia pemuda dusun (Sakra selatan) yang memiliki hasil karya luar biasa (Gitar Listrik) yang tidak banyak orang mengetahuinya,nah setelah itu kan kita kawal,kita ajak dia untuk ikut lomba Pemuda Pelopor,dan Alhamdulillah dapat juara II (Dua).begitu juga dengan si marjan dari dusun Letok,Marjan dia mandiri dan tidak banyak bergantung pada pemerintah atau lainnya, hanya butuh motivasi pendampingan.Pemuda-pemuda lainnya di Kecamatan Sakra begitu banyak yang kreatif, tinggal difasilitasi dan motivasi"tutup subhan bersemangat.

(ss-01)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense