Warga Desa Bilok Petung Minta DPRD Lotim Bebaskan Empat Petani yang Ditangkap Polres


Selong,SUARASELAPARANG,- Puluhan warga Elong-elong, Desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur .Gruduk kantor DPRD Lombok Timur  guna meminta Pihak Dewan untuk membantu membebaskan empat petani yang ditahan Polres Lotim.Rabu (24/8/2020).

Adapun Empat petani yang ditahan tersebut diduga telah melakukan pengrusakan property bangunan milik PT.Kosamby Victorylac. 

Salah seorang warga Desa Bilok Petung, Zakirin mengatakan, Empat petani yang ditahan dianggap sebagai pelaku aksi pengrusakan. Padahal, petani tersebut hanya membuka jalan yang ditutup oleh PT Kosambi Victorylac. Pembukaan jalan oleh petani tersebut dilakukan karena jalan tersebut yang menghubungkan para nelayan dengan laut untuk mencari rezeki. 

"Jalan telah dibangun jauh sebelum Perusahaan menguasai tanah kami. Bahkan, jalan tersebut merupakan prasasti kerja paksa yang dilakukan penjajah terhadap warga terdahulu,"ucapnya.

PT Kosambi Victorylac yang mengklaim tanah petani bermodalkan HGU Nomor 26 tahun 2020 yang diterbitkan oleh BPN kabupaten Lombok Timur pada tanggal 24 Februari 2020.

"Itu merupakan perpanjangan atas HGU Nomor 2 tahun 1991 yang pada tahun 2011 telah masuk dalam daftar tanah indikasi terlantar BPN Lombok Timur dan bahkan telah diajukan untuk dibagikan kepada masyarakat," ucapnya. 

Kami dan seluruh warga berharap, agar DPRD Lombok Timur membaskan empat orang petani yang ditahan di Polres Lombok Timur karena tidak bersalah, dan juga mencabut HGU Nomor 26 tahun 2020 atas nama PT Kosambi Victorylac serta  mengembalikan lahan petani Elong-elong," pintanya. 

Sementara itu,  Wakil Ketua DPRD Lotim, Mualani yang saat itu menerima kedatangan warga  mengatakan bahwa PT Kosambi tersebut sudah memiliki izin HGU. 

" Tanah tersebut tidak pernah digarap oleh perusahaan walaupun sudah perusahaan telah  mengantongi  HGU, kemudian warga yang menempati tanah seluas 100 Ha tersebut, cetusnya.

Pihak DPRD pada saat hearing tidak bersedia menandatangani surat petisi untuk membela warga, ia hanya mengatakan akan melanjutkan perjuangan warga tanpa memberikan kepastian. 

Melihat apa yang dilakukan pihak DPRD membuat warga menjadi semakin geram, dan meneriaki DPRD dengan kalimat tak senonoh.


Redaksi suaraselaparang.com

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense