Waspada!! Bisa Saja SK Bapaslon Ganda di Pilwali Kota Mataram



Mataram, Suaraselaparang, Tak bisa dipungkiri lagi, Pilkada Kota Mataram memang tiada hentinya memberikan warna baru sebagai bahan perbincangan di ruang publik. Sebulan menjelang pendaftaran calon yang akan bertarung di Pilkada Kota Mataram, nuansa politik kian dinamis. Sejumlah calon beramai-ramai mengumpulkan dukungan masyarakat. Juga partai politik (Parpol).

Begitu juga dengan Aksi saling klaim dukungan partai pun yang tak terelakkan. Meski beberapa bakal calon sudah mengantongi SK B1KWK dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Parpol. Namun, tidak menutup kemungkinan dukungan tersebut berubah di penghujung masa pendaftaran.

"Ketika di hari pendaftaran ada satu partai mendukung dua bapaslon, maka KPU akan mengklarifikasi paslon mana yang akan diakui oleh DPP, "jelas Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin

Pihak KPU pun mengaku akan mengkroscek dan memverifikasi berkas tersebut. Tidak dilihat dari mana SK terbaru atau lama yang dikeluarkan DPP. Melainkan bagaimana kepastian dari DPP yang memang menentukan mana bapaslon yang sebenarnya didukung, "Jelasnya

"Tidak mesti dilihat tanggal keluar SK itu. Tetapi mana yang menurut DPP sah. Sudah ada teknis yang mengatur ini, "tambahnya

Di Kota Mataram memang belum pernah ada kasus SK dukungan ganda selama Pilkada digelar. Namun, di beberapa daerah lain, hal itu pernah terjadi. SK B1KWK dari DPP partai dikeluarkan untuk dua pasangan bakal calon.

"Nanti saat masa pendafataran Tanggal 4-6 langsung kami verifikasi berkas bapaslon sekalian pengecekan kesehatan sebelum penetapan, "tegasnya.

Berbeda dengan pilkada Kota Mataram kali ini, Peluang munculnya SK dukungan ganda di Pilkada Kota Mataram saat ini memang terbuka lebar. Sering beberapa bakal pasangan calon saling mengklaim. Misalnya PKB yang disinyalir merapat ke dua pasangan yakni bapaslon HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda dan bapaslon Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan.

Namun kemarin, Ketua DPW PKB HL Hadrian Irfani mengonfirmasi jika dukungan PKB akan diberikan ke pasangan Makmur-Ahda. SK B1KWK dari DPP PKB diungkapnya kemungkinan besar keluar pekan depan.

"Minggu depan insya Allah. Insya Allah Makmur-Ahda, "jawabnya, kemarin (29/07).

Selain PKB, dukungan partai Golkar untuk bapaslon H Mohan Roliskana dan TGH Mujiburrahman juga berpeluang berubah. Menyusul dinamika di kepengurusan partai beringin di tingkat DPD Golkar NTB.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh masih terus berupaya merebut posisi Ketua DPD I Golkar NTB bersaing dengan Bupati Lombok Tengah H Suhaili FT. Akhir pekan lalu, informasi yang didapatkan suaraselaparang dari keluarga Ahyar, wali kota dua periode itu ke Jakarta mengurus persoalan ini. 

"Semua kader boleh maju di DPD Golkar NTB (sebagai ketua) lewat Musda. Komunikasi politik tetap dilakukan, "kata Ahyar.

Ahyar mengaku niatnya maju sebagai Ketua DPD I Golkar NTB untuk mengembalikan kejayaan Golkar di NTB. Namun, upaya Ahyar merebut kursi Ketua DPD I Golkar NTB juga disinyalir berkaitan dengan Pilkada Kota Mataram. Ia ingin menyandingkan Ketua DPD I Golkar Mataram H Mohan Roliskana dengan putranya H Badruttamam Ahda. Meskipun baliho Ahda mendampingi HL Makmur Said sudah beredar di Kota Mataram.

"Nggak bisa saya jawab sekarang. Ini karena saya belum jadi (Ketua DPD Golkar NTB). Itu semua kan kebijakan partai, "jawab Ahyar tenang

"Saya lihat sampai saat ini sudah berjalan. Gambar-gambar (bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram) beredar sana sini. Yang jelas kalau saya jadi Ketua DPD Golkar Provinsi NTB, saya punya kewajiban memenangkan calonnya, "ucapnya tersenyum penuh makna.

Ketua Tim Pemenangan Pilkada Kota Mataram H Didi Sumardi menegaskan, pasangan H Mohan Roliskana dan TGH Mujib sudah final. Pasangan ini dikatakannya, murni keinginan masyarakat.

"Golkar tidak ingin berspekulasi dan bereksperimen pada orang yang tidak bisa kami yakini kemampuannya untuk memimpin Kota Mataram. Karena ini akan fatal untuk memimpin suatu daerah, "ucapnya menjawab awak media, kenapa H Mohan Roliskana tidak bersanding dengan H Badruttamam Ahda.

Didi menegaskan, Golkar Mataram tidak ingin mengorbankan masyarakat banyak. Karena pertaruhannya sangat besar jika coba-coba. Sehingga Golkar Mataram mengusung orang terbaik di daerah ini untuk maju di Pilkada.

"Kebetulan kedua figur ini adalah kader Golkar. Sebenarnya kalau ada figur lain, kami posisi selalu terbuka untuk itu, "kata dia.

Ia juga membenarkan jika TGH Mujiburrahman tidak pernah mengajukan diri maju menjadi calon wakil wali kota mendampingi H Mohan Roliskana.

"Tidak diminta oleh Pak H Mohan, dan H Mujib pada posisi tidak berkeinginan. Tapi ini murni keinginan masyarakat, "pungkasnya.


(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense