109 Dokter di Indonesia Wafat Selama Pandemi Covid-19

Jakarta, suaraselaparang.com - Tim Mitigasi PB IDI Melalui HUMAS Representatif Ketua Terpilih PB IDI merelease Data yang menunjukkan angka kematian dokter yang tersebar di seluruh Indonesia Selama Pandemi Covid-19.Kamis (10/9/2020 )

Ketua Tim Mitigasi PB IDI dr Adib Khumaidi, SpOT - menyampaikan bahwa  Terpaparnya para dokter bisa sajab terjadi saat menjalankan pelayanan baik pelayanan yang langsung menangani pasien Covid-19 di ruang-ruang perawatan ( Isolasi maupun ICU), atau dari tindakan medis yang ternyata belakangan diketahui kalau pasiennya mengalami Covid-19 , ataupun pelayanan non medis seperti dari keluarga dan komunitas. 

Adapaun 109 Dokter yang wafat tersebut berasal dari 16 Provinsi yang terdiri dari 7 Orang Guru Besar,53 Dokter Umum,dan 49 Orang Dokter Spesialis.dengan sebaran sebagai berikut :

1.Aceh ( 1 Dokter ).

2.Banten ( 1 Dokter ).

3.NTB ( 1 Dokter ).

4.Papua Barat ( 1 Dokter ).

5.Yogyakarta ( 2 Dokter ).

6.Kepulauan Riau (2 Dokter).

7.Kaltim ( 3 Dokter ).

8.Sumatera Selatan (6 Dokter).

9.Kalimantan Selatan ( 6 Dokter ).

10.Bali ( 4 Dokter )

11.Sulawesi Selatan (6 Dokter).

12.Jawa Tengah ( 8 Dokter ).

13.Jawa Barat ( 10 Dokter ).

14.DKI Jakarta ( 13 Dokter )

15.Sumatera Utara ( 20 Dokter ).

16.Jawa Timur ( 29 Dokter ).

Gambaran ini menunjukkan bahwa pekerjaan dokter saat ini memiliki risiko yang sangat tinggi untuk terpapar Covid-19 disamping juga angka OTG ( asimptomatik carier) yang cukup tinggi.

"Pemerintah harus bersikap tegas dengan  menindak masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan, diikuti juga para aparat pemerintah yang sudah semestinya  memberikan contoh dengan menerapkan  protokol kesehatan dalam aktifitas mereka sehari-hari" terangnya.

Lebih lanjut ketua PB IDI Terpilih itu menegaskan terkait beberapa upaya yang perlu dilakukan sebagai langkah proteksi di semua layanan yaitu dengan Penerapan 3T yang lebih tegas lagi.

Peningkatan upaya preventif dengan penerapan protokol kesehatan dengan melibatkan kelompok sosial masyarakat sebagai kontrol menjadi satu prioritas untuk menekan laju persebaran Covid-19.

"Untuk penguatan  Treatment dapat dilakukan dengan mapping atau pemetaan kemampuan faskes , menata dan meningkatkan kapasitas rawat dengan screening atau penapisan yang ketat terhadap pasien, zonasi di fasilitas kesehatan, serta clustering atau pengkhususan rumah sakit rujukan atau yang menangani Covid)," Tutup Adib.

Red-SS

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama

Adsense

Promo