Aksi Jilid III Menolak Wisuda Online, Massa Aksi Kecewa dan Membakar Sejumlah Fasilitas Kampus UIN Mataram

Mataram, suaraselaparang.com -  Lagi-lagi sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UIN Mataram menggelar aksi demonstrasi jilid III di depan gedung Rektorat Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Aksi tersebut merupakan aksi lanjutan dari aksi-aksi sebelumnya untuk menolak wisuda online dan persolan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tinggi, selasa, (08/09/2020)

Dalam demonstrasi tersebut massa aksi menegaskan jika pendidikan merupakan sektor yang sangat penting bagi generasi bangsa untuk mengasah kemampuan belajar dan mengembangkan potensi diri dalam mengembangkan ilmu pengetahuanya. 

UIN Mataram adalah salah satu wadah perguruan tinggi yang mencita-citakan agar generasi bangsa sebagai benteng untuk menahan segala ancaman dalam bernegara maupun beragama. Namun faktanya hari ini timbul masalah yang terjadi di UIN Mataram sendiri, yang di mana meresahkan Mahasiswa/i calon wisudawan dan wisudawati akibat kebijakan kampus yang semakin mencekam Mahasiswa/i.

Kordinator umum massa aksi, Andri mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan yang ditetapkan oleh pihak kampus untuk melaksanakan wisuda online, padahal beberapa waktu lalau di salah satu media online dijelaskan jika Kota Mataram sudah memasuki zona hijau. 

"Kami sangat kecewa dengan kebijakan birokrat kampus yang mati hatinya, kami ingin wisuda secara Offline karena itu adalah momen yang paling berharga bagi kami dan orang tua kami. Tapi pihak kampus dengan seenaknya mengeluarkan kebijakan untuk melaksanakan wisuda online, kemana hati nurani kalian wahai para pejabat kampus?," Teriak penuh sesal Andri saat berorasi.

Korlap 1 massa aksi Irfan Kilat juga menekankan akan persoalan UKT mahasiswa yang tak kunjung dapat potongan dari pihak kampus. Ia menuntut agar pihak kampus segera mengeluarkan kebijakan untuk memotongan UKT bagi mahasiswa 50% dan minimal 30% dengan prosedur yang tidak berbelit.

Menanggapi tuntutan massa aksi trsebut, Wakil Rektor III UIN Mataram, Dr. Hj. Nurul Yakin, M.Pd menjelaskan jika pihaknya pernah menyampaikan permohonan maaf kepada massa aksi kalau pimpinan dan pihak birokrat UIN Mataram mengambil kebijakan yang salah.

"Kami tidak berani bertanggung jawab karena  selama ini kami melaksanakan aturan sesuai dengan aturan yang ada. Ini adalah Universitas (UIN) Mataram yang merupakan universitas negeri, tidak bisa bebas seperti universitas swasta yang bebas mengambil kebijakan sesuai keinginan. Kami juga sudah mengirimkan informasi akan hal itu dan Keputusan Rektor terkait wisuda online hanya bisa dirubah/dibatalkan oleh Kementerian Agama Provinsi NTB".

Kecewa dan tidak puas dengan tanggapan WR III, massa aksi pun membakar meja dan kursi di sekitar lapangan yang merupakan fasilitas kampus UIN 1 Mataram . Massa aksi menganggap pejabat kampus seperti rektor dan jajaran lainnya adalah pengecut lantaran tidak datang menemui dan tidak memenuhi semua tuntutan massa aksi untuk membatalkan Wisuda Online dan melaksanakan Wisuda Offline.

(SS-04)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense