Banyak Aktivis Mulai Mengkhianati Rakyat, HMI Cabang Mataram : Kader HMI Harus Bersikap Pro Rakyat

Mataram, suaraselaparang.com - Berbagai hiruk pikuk mulai mencemari bangsa, banyak aktivis Mahasiswa mengalami devaluasi terhadap nilai-nilai perjuangan dan pergerakan untuk mengubah serta mengontrol konflik sosial. Hal ini menimbulkan banyaknya aktivis mahasiswa yang terjebak dengan mengikuti arus politik. 

Kepada suaraselaparang.com, Ketua Bidang Pengembangan Ilmu dan Intelektual HMI Cabang Mataram Eko Saputra menegaskan justru sebagai aktivis kemahasiswaan harusnya hadir sebagai elemen yang mengawal dan mengkritik setiap kebijakan publik yang melenceng, bukan menjadi pengikut yang mengikuti arus politisasi publik" tegasnya Rabu, (09/09/2020).

Dewasa ini, banyak aktivis kemahasiswaan yang tujuannya adalah profit oriented (mencari keuntungan semata), yang mengakibatkan banyak aktivis yang diamankan dengan program-program titipan untuk mendukung dan membubarkan perlawanan rakyat.

Ia memandang seharusnya sebagai mahasiswa mestinya pro terhadap rakyat, karena itu merupakan tanggung jawab dasar sebagai aktivis mahasiswa. Sebab rakyat mengalami injustich (Ketidakadilan) dan kepentingan yang canggung di dalam tubuh negara, sehingga ini menimbulkan sebuah gerakan dari rakyat. 

"Seharusnya gerakan Mahasiswa hadir untuk mengendalikan problem sosial, politik dan ekonomi yang ada dengan bersikap prefentivie," Ucap Eko.

Perlu dicatat kata Eko, bahwa aktivis Mahasiswa harus mendukung gerakan-gerakan rakyat dalam mengubah arah bangsa, dalam hal ini gerakan rakyat banyak berlawanan dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk melahirkan kesinambungan. 

Mestinya sikap kritis mahasiswa adalah menganalisa dan mengkritisi kebijakan publik dari berbagai macam permasalahan dan isu yang ada. Namun, aktivis kini malah memilih untuk mengkritik gerakan rakyat. Hal ini yang menimbulkan konflik horizontal dalam internal, serta memberikan opini publik bahwa aktivis adalah boneka pemerintahan," sesal Eko.

Sesuai dengan pernyataan HMI Badko Bali-Nusra untuk tetap bersikap bersama rakyat, maka dari itu sesungguhnya kader HMI harus menjadi insan cita dan guna. Dalam hal ini seluruh kader HMI harus menjadi berguna dan bermanfaat terutama bagi masyarakat," Tegasnya.

"Karena itu, kami dari kepengurusan HMI cabang Mataram bersikap bahwa, rakyat adalah tulang punggung bangsa, jika rakyat mati, maka mati pula bangsa. Sehingga jika rakyat adalah musuh yang dibangun dengan pembentukan perlawanan dari aktivis, maka sejatinya kita aktivis yang telah membunuh bangsa  sendiri," Tutupnya.

(SS-03)

0/Post a Comment/Comments

Previous Post Next Post

Adsense